Mazmur 1:3 (bag 2)
"Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; APA SAJA YANG DIPERBUATNYA BERHASIL."
Semua orang pasti pernah gagal. Tetapi, bukankah mereka yang berhasil atau sukses adalah orang-orang yang justru belajar dari kegagalan-kegagalan yang pernah mereka alami? Ukuran keberhasilan dari sebuah pohon adalah ketika menghasilkan buah tepat pada musimnya. Dengan demikian adalah wajar jika suatu saat tidak ada buah pada pohon itu, karena memang bukan musimnya. Tetapi karena akarnya menancap kuat dekat dengan aliran air, maka daun-daunnya tidak pernah layu walaupun pada musim panas, dan selalu siap menghasilkan buah tepat pada musimnya.
Melalui terang Tuhan, pemazmur menyatakan bahwa orang yang berbahagia adalah mereka yang hidup menyukai dan merenungkan firman Allah itu siang dan malam. Dengan kuasa Roh Kudus yang dilambangkan denga. aliran air hidup (Yoh 7:38,39), mereka memperoleh makanan atau nutrisi rohani dari firman itu sehingga pada masa sulit sekalipun akan tetap berdaun lebat dengan kebahagian. Hidup mereka tidak akan pernah layu dalam menghadapi setiap kesulitan karena bersandar pada setiap janji firman-Nya.
Dan yang lebih penting lagi, melalui kuasa Roh Kudus kehidupan umat Tuhan akan menghasilkan buah, dan itulah keberhasilan terbesar dalam hidup manusia di dunia ini. "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu" (Galatia 5:22,23). Tuhan memberkati. -- Krist
Tidak ada komentar:
Posting Komentar