Jumat, 25 Oktober 2019

Ringkasan Sekolah Sabat: Triwulan IV, Pelajaran 4, tahun 2019

RINGKASAN SEKOLAH SABAT
Triwulan IV, Pelajaran ke-4

MENGHADAPI PERLAWANAN

PENDAHULUAN
a. Perlawanan terhadap karya Tuhan selalu ada bahkan sejak di Sorga oleh Lucifer.
b. Pembangunan Bait Suci juga tidak berjalan mulus, setan menggunakan orang dalam dan orang luar untuk menggagalkan proyek Tuhan itu.
d. Perlawanan akan selalu ada ketika kita membangun Bait Suci rohani kita di dunia ini..

I. PERLAWANAN DIMULAI:
a.  Ketika orang Israel mulai membangun kembali Bait Suci, tetangga mereka — orang Samaria — menawarkan bantuan, (Ezra 4: 2) b. Bantuan itu ditolak karena dua alasan utama: Orang Samaria mencampur aduk penyembahan pada Allah dan penyembahan berhala (2 Raja 17:24-41).DAN Mereka adalah musuh orang Israel yang diakui (Ezra 4: 1). 
c.Tujuan orang samaria adalah terlibat langsung pembangunan Bait Suci sehingga bisa mengacau dari dalam,  bahkan berani menyogok para penguasa untuk menghentikan proyek Tuhan itu (Ezra 4:4,5).

II. PARA NABI PEMBERI SEMANGAT:
a. Perlawanan dari sekitar Yerusalem, membuat para pembangun Bait suci takut dan berhenti bekerja (Ezra 4-6).
b. Tetapi rencana Allah tidak akan dapat dihentikan manusia. Dia mengirim nabi Hagai untuk memberi dukungan dan dorongan semangat pada Zerubabel dan rombongan (Hagai 1:1,12-15).
c. Bahkan Dia mengirim nabi Zakharia untuk mendorong terjadinya kebangunan rohani dan jaminan perlindungan dari Allah (Ezra 5:1-5 dan Zakharia 1:1-6).

 III. PENGHENTIAN PEKERJAAN
a. Musuh melakukan segala upaya untuk menghasut raja Darius (Ezra 5,6), dilanjutkan menghasut raja Ahasyweros bahkan Artahsasta, bahwa pembangunan itu bertujuan untuk menyusun kekuatan dan memberontak (Ezra 4:6-24).
b. Pekerjaan itu akhirnya benar-benar dihentikan oleh Artahsasta (Ezra 4:21-24).
c. Mengapa orang Yahudi berhenti membangun? Mereka meragukan kuasa Allah. Mereka berpikir jika ini rencana Allah maka semua akan berjalan lancar tanpa halangan. Mungkin ini bukan waktu yang tepat (Ezra 4:23,24).
d. Ketakutan, kekuatiran dapat melumpuhkan pikiran kita. Gantinya berfokus pada kuasa Allah, kita menjadi putus asa dan tidak berdaya.

IV. NEHEMIA MENGAMBIL TINDAKAN:
a. Nehemia begitu sedih mendengar pembangunan Yerusalem terhenti (Neh 1:1-4). Melalui doa dan puasa, Tuhan memilih Nehemia melalui perintah raja Artahsasta pada tahun 444 SM (Neh 2:5,6).
b. Tindakan Nehemia: Terus berdoa tiada henti (Neh 4:4,5), Bersama-sama terus membangun dengan segenap hati (Neh 4:6).
c. Ketika halangan semakin berat dari dari bangsa sekitar (Neh 4:7,8), mereka semakin giat berdoa (Neh 4:9), mengerahkan semua keluarga untuk berjaga (Neh 4:13) dan bergantung pada kuasa Tuhan yang maha besar (Neh 4:14).
d. Karena mereka melakukan pekerjaan yang Tuhan perintahkan, maka Tuhan yang akan berperang bagi mereka (Neh 4:20).

V. MELAKUKAN PEKERJAAN BESAR:
a. Juru minum raja adalah pekerjaan terhormat dan "besar" secara posisi di mata dunia (Neh 1:11). Tetapi terlibat dalam pekerjaan yang Tuhan perintahkan adalah jauh lebih besar dari posisinya (Neh 6:3).
b. Oleh karena sedang melakukan pekerjaan milik Tuhan, Nehemia tidak takut dan tidak mau kompromi dengan urusan dunia yang ditawarkan musuh-musuhnya (Neh 6:1-13).
c. Dengan pertolongan Tuhan, maka selesailah pembangunan tembok itu dalam waktu 52 hari (Neh 6:15,16).

KESIMPULAN
a. Ketika pelayanan kita mendapatkan perlawanan dari dalam dan luar gereja, Ingatlah bahwa pekerjaan Tuhan akan tetap berjalan. 
b. Ketika kita mengandalkan kuasa-Nya, maka tidak ada yang mustahil, selalu ada jalan keluar, dan Tuhan akan membuatnya berhasil (Neh 6:15,16).
c. Melakukan pelayanan dalam pekerjaan Tuhan adalah "pekerjaan besar" (Neh 6:3), dan itu harus lebih besar dari semua pekerjaan yang ada pada kita.

Selamat Sabat, Selamat beribadah, Tuhan memberkati selalu. (Krist).

Selasa, 22 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 22:21

Wahyu 22:21 --- KASIH KARUNIA TUHAN YESUS  menyertai kamu sekalian! Amin.

Doa Yohanes, sang saksi mata dan penerima wahyu Yesus Kristus, memberikan jaminan bagi mereka yang memilih untuk menuruti semua firman-Nya yang terdapat di dalam kitab Wahyu. Jaminan kebagiaan itu sebenarnya sudah disampaikan pada bagian awal kitab nubuatan ini: "Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat." (Wahyu 1:3). Dan di akhiri dengan doa berkat dari sang rasul: "Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin."

"Kasih karunia" berasal dari kata Yunani "Kharis" yang memiliki arti "unmerited favor" atau pertolongan bagi mereka yang tidak pantas menerimanya. Itulah yang dilakukan oleh Yesus melalui pengorbanan-Nya, memberikan pengampunan bagi manusia yang tidak pantas untuk diampuni dan menyelamatkan manusia yang tidak layak untuk diselamatkan. Kasih karunia adalah tindakan yang hanya Allah sendiri yang dapat melakukannya. Itulah sebabnya di dalam Alkitab kata itu selalu berhubungan dengan Allah dan Yesus sendiri. Manusia dan ciptaan tidak layak dan tidak sanggup untuk melakukan tindakan kasih karunia, karena hanya Dia yang Ilahi yang layak melakukannya.

Ketika jaminan bahwa kasih karunia Tuhan Yesus yang menyertai kita, maka tidak ada alasan bagi pengikut Yesus untuk ragu dan takut untuk menghadapi segala sesuatu yang akan segera terjadi. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:20

Wahyu 22:20 - Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, AKU DATANG SEGERA!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

Yesus tidak pernah ingkar janji. Semua yang Dia janjikan pasti akan digenapi, termasuk janji kedatangan-Nya yang kedua kalinya. Tetapi banyak orang telah meninggalkan imannya karena kecewa, Yesus yang mereka tunggu dan mereka kabarkan itu, sampai hari ini belum datang juga. Itulah sebabnya di akhir buku Wahyu, Dia mengulangi janji-Nya, bahwa Dia benar-benar segera datang kembali. Dengan mempelajari apa yang tertulis di dalam kitab terakhir itu dan memperhatikan setiap perkembangan sejarah dunia yang menyatakan dengan jelas penggenapan setiap nubuatan itu, seharunya kita semakin percaya bahwa kedatangan-Nya benar-benar akan segera terjadi.

Tetapi Pertanyaannya adalah, apakah kita benar-benar telah siap jika Yesus datang? Tahukah kita bahwa Yesus belum datang hingga saat ini karena memberi kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri? Dia ingin kita memeriksa diri sendiri, menyadari keadaan diri sendiri dan akhirnya bertobat (2 Petr 3:9), sehingga ketika Yesus datang untuk menjemput umat-Nya, kita didapati setia, memiliki "iman" (Lukas 18:8).

Yohanes yang terkasih menyambut janji Yesus itu dengan mengatakan: "Amin, datanglah, Tuhan Yesus." Bagaimana dengan Anda dan saya? Tuhan memberkati. --Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:19

Wahyu 22:19 -- "Dan jikalau seorang MENGURANGI sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Sadarkah kita bahwa hanya dengan mengurangi satu kata saja, sebuah pesan penting bisa menjadi salah dan menyesatkan? Apalagi jika yang dikurangi adalah kata-kata dari firman Tuhan, termasuk kitab Wahyu yang berisi peristiwa yang akan datang, pasti akan banyak orang tersesat dan binasa. Contoh perkataan Yesus tentang kudusnya pernikahan: "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, TIDAK BOLEH diceraikan manusia." (Matius 19:6). Hanya cukup mengurangi satu kata saja yaitu kata "TIDAK" maka pesannya menjadi jauh berbeda menjadi: "BOLEH diceraikan manusia".

Mengurangi yang dimaksud dalam ayat ini, tidak hanya menghilangkan "kata" di dalam Alkitab, tetapi juga tindakan menutupi sebagian kebenaran yang isinya bisa jadi berupa tamparan keras dari Tuhan. Atau tindakan yang dengan sengaja hanya menyampaikan apa yang menyenangkan dan cocok dengan pemikiran sendiri, itu juga termasuk dalam kategori penyesatan. Dan Yesus tidak main-main dengan hal ini. Bagi siapa saja yang berani mengurangi, menghilangkan, menutupi sebagian atau bahkan mengaburkan pesan firman-Nya, akan kehilangan kehidupan kekal. Tidak ada keselamatan bagi mereka yang ada adalah kebinasaan kekal.

Kalau begitu, sikap yang bagaimanakah yang paling tepat harus kita lakukan? Turuti apa adanya semua firman Tuhan sebagai suatu kebenaran (Yoh 17:17). Roh Kudus akan menolong kita untuk melakukannya. Karena dengan menambah atau mengurangi firman Tuhan, berarti kita melawan Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:18

Wahyu 22:18 -- Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.

Ada satu kecenderungan sebagian besar orang di dunia ini yaitu suka menambah atau memberikan "bumbu" yang berlebihan pada informasi yang telah diterimanya, sehingga kebenaran dan tujuan dari informasi yang sesungguhnya menjadi kabur. Pada dasarnya sebagian besar orang, bisa jadi kita juga, lebih menyukai hal-hal yang "hyperbola" membuat hal yang sederhana memjadi jauh lebih menarik, jauh lebih besar dan jauh hebat bahkan dengan sengaja mendramatisir sehingga orang akan semakin tertarik pada berita tersebut.

Ternyata Yesus sangat menjaga kemurnian firman-Nya. Tidak seorang pun diizinkan menambah apa yang tertulis di dalam firman-Nya termasuk kitab Wahyu. Tidak sepatah katapun dari manusia layak disejajarkan dengan firman-Nya yang kudus. Barang siapa berani menambah keterangan sehingga pesan di dalamnya menjadi kabur atau hilang, maka Tuhan akan menambah malapetaka itu padanya. Alkitab  tidak perlu ditambah supaya lebih menarik. Dengan pertolongan Roh Kudus Alkitab akan menjelaskan dirinya sendiri (2 Petrus 1:20,21). Semakin ditambah akan semakin menyesatkan.

Yesus memastikan bahwa pesan Injil yang kekal yang harus menjadi pekabaran bagi semua orang di akhir zaman tetap terjaga. Dia sendiri yang melindunginya, karena berhubungan dengan nubuatan akhir zaman, mengenai apa yang akan terjadi dan apa yang harus dipersiapkan oleh umat-umat Tuhan menghadapi hari-hari terakhir di dunia ini. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mempelajari, dan menurutinya? Ingat waktu-Nya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:17

Wahyu 22:17 -- Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan BARANG SIAPA  YANG MAU hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Roh Kudus memberikan tugas khusus kepada jemaat milik Yesus yang dilambangkan dengan "pengantin perempuan" (Efesus 5:25), agar mengabarkan kabar baik atau Injil yang kekal ini ke seluruh dunia (wahyu 14:6). Mereka harus menyampaikan panggilan Kristus kepada setiap orang secara individu atau pribadi. Setiap orang harus memiliki kesempatan untuk mendengar kabar keselamatan itu, sebelum semua orang dihadapkan pada penghakiman (Wahyu 14:7). Yesus tidak pernah memaksa satu manusiapun untuk menjadi milik-Nya, karena keselamatan adalah sangat personal dan itu adalah sebuah pilihan.

Itulah sebabnya Roh Kudus melaui jemaat Kristus di akhir zaman ini memberikan panggilan: "barang siapa yang HAUS, hendaklah dia datang". Artinya setiap orang yang "lapar dan haus akan kebenaran", yang memiliki kerinduan untuk memenuhi kebutuhan rohaninya dengan tuntunan firman Tuhan akan  mendapatkan kepuasan rohani yaitu kebahagiaan dan bahkan kehidupan kekal (Matius 5:6). Air hidup yang akan diberikan dengan gratis dan tak terbatas itu adalah Roh Kudus itu sendiri (Yohanes 7:37-39), yang akan menuntuk kepada kebenaran yang sejati yaitu Yesus sumber keselamatan itu.

Keselamatan dan kehidupan kekal adalah kasih karunia Yesus yang diberikan dengan gratis, karena Yesus menghendaki tidak ada satupun manusia yang binasa (2 Petrus 3:9).  Dan melalui jemaat-Nya, Dia memanggil semua orang "marilah" bagi barang siapa yang mau, tersedia air hidup dengan limpahnya. Bagaimana dengan kita? -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:16

Wahyu 22:16 -- "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, BINTANG TIMUR YANG GILANG-GEMILANG."

Di pasal terakir buku Wahyu, Yesus ingin menyatakan sekali lagi siapa diri-Nya. Pertama, Yesus adalah Dia yang memiliki malaikat-malaikat dan berkuasa untuk mengutus malaikat itu untuk menjalankan misi-Nya. Kedua, Yesus adalah sumber dari semua kesaksian yang diberikan dengan pengantaraan malaikat-Nya itu untuk disampaikan kepada jemaat melalui tulisan Wahyu kepada Yohanes. Ketiga, Yesus yang sama, Yang Maha Kuasa itu adalah Dia yang pernah dilahirkan sebagai manusia melalui keturunan Daud atau tunas Daud.

Rasul Petrus menuliskan: "Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu." (2 Petrus 1:19). Yesus adalah terang dunia, barang siapa nengikut Dia, akan memperoleh terang kehidupan (Yohanes 8:12). Dan hanya mereka yang yang memperhatikan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh akan dituntun oleh Roh Kudus (2 Petrus 1:20,21) untuk mengerti siapa Yesus, dan menerima-Nya di dalam hati, sehingga Yesus akan bersinar melalui kehidupan mereka. Itulah sebabnya Yesus menyatakan diri juga sebagai bintang timur yang gilang-gemilang, yang kedatangan-Nya sebagai Hakim yang adil dan Raja di atas segala raja diharapkan oleh semua umat-Nya.

Bagaimana dengan kita? Bukalah hati, agar Yesus menjadi bintang timur yang gilang-gemilang di hati kita, jika kita dengan tulus menerima-Nya dan dengan tekun menjadikan firman-Nya sebagai penuntun kehidupan kita. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:15

Wahyu 22:15 --- Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Kalimat "tinggal di luar" berasal dari kata Yunani "exo" yang berarti "tanpa" atau "tidak termasuk di dalamnya".  Sedangkan istilah "anjing-anjing" merujuk kepada orang-orang  yang memiliki pikiran yang tidak murni, seorang yang kurang ajar dan suka berbuat jahat (Maz 22:17). Mereka seperti anjing bisu dan anjing penjaga, yaitu orang-orang yang malas, tidak peduli  dan mementingkan diri sendiri (Yesaya 56:10,11). Tukang-tukang sihir, yaitu orang-orang yang menggunakan ilmu gaib untuk mencapai tujuan, demikian juga orang sundal, pembunuh, penyembah berhala dan pendusta serta orang jahat tidak akan ada di Sorga dan dunia baru.

Ada kabar baik. Yesus memberi kepastian kepada pencuri yang sudah bertobat yang disalib di sebelah kanan salib Yesus: "Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga, engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43). Apa artinya? Akan ada mantan "anjing", mantan pelaku sundal, mantan pembunuh, mantan penyembahan berhala, mantan pendusta dan mantan orang berdosa akan masuk ke dalam kota Yerusalem baru dan tinggal selamanya bersama Yesus di dunia baru. Karena "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yoh 1:9).

Yesus dengan kasih karunia-Nya, menawarkan pengampunan bagi kita manusia berdosa, sehingga sebagai mantan orang berdosa, kita menjadi ciptaan baru yang layak untuk kehidupan kekal bersama Yesus di Sorga dan dunia baru (Roma 6:23). Bagaimanakah dengan kita? Bersediakah kita diubah oleh Yesus menjadi umat-Nya, yaitu mantan orang berdosa? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:14

Wahyu 22:14 -- Berbahagialah mereka yang MEMBASUH JUBAHNYA. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Membasuh jubah? Apa maksudnya hanya mereka yang membasuh jubahnya yang disebut berbahagia dan yang akan masuk melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem baru serta memperoleh akses tak terbatas terhadap pohon-pohon kehidupan? "Membasuh jubah" adalah istilah untuk mereka yang menyerahkan hidup manusia lama dalam pertobatan dan dengan kuasa darah Yesus dijadikan manusia baru yang hidup menurut firman Tuhan. "Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." (Wahyu 19:13).

King James menjelaskan bahwa "membasuh jubah" adalah "blessed are they that do his commandments" atau "diberkatilah, berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintahNya". Membasuh jubah adalah tindakan untuk hidup baru dengan menuruti perintah-Nya dengan tulus dan setia. Karena perintah-printah Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kehidupan kita (Maz 119:105), penuntun kepada Yesus, untuk kehidupan kekal.

Sudahkah kita membasuh jubah di dalam darah Anak Domba dengan menuruti semua perintah-Nya tanpa berbantah dan berdalih? Yesus mengingatkan kita hari ini:  "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yoh 14:15). Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:13

Wahyu 22:13 -- Aku adalah ALFA dan OMEGA, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."

"Yang Terdahulu dan Yang Terkemudian" atau Yang Awal dan Yang Akhir adalah gelar yang hanya dimiliki oleh TUHAN semesta alam. Dan sebutan itu bukan berasal dari manusia atau makluk ciptaan lainnya, melainkan TUHAN sendiri yang menyatakan. Tidak ada Allah lain, dan hanya Dia yang layak menggunakan sebutan itu (Yesaya 44:6). Pernyataan itu diulangi lagi oleh Allah yang menyatakan bahwa: "Aku adalah Alfa dan Omega, yang Awal dan yang Akhir" yang menciptakan kembali segala seduatunya baru (Wahyu 21:5,6,7).

Yesus, dua kali menyatakan diri-Nya sama seperti Allah menyatakan diri sebagai "Alfa dan Omega" di kitab Wahyu. Karena Yesus adalah Firman Allah, yang sudah ada dan yang akan ada, Yang Maha Kuasa (Wahyu 1:8). Dia juga sama dengan Bapa sebagai yang Pertama dan yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir (Wahyu 22:13). Yesus tetap ada dari zaman kekekalan sampai zaman kekekalan. Keberadaan-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, kecuali ketika Dia menjadi manusia di dunia ini, hanya untuk menjadi kurban agar manusia dapat diselamatkan. "...namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." (Yesaya 9:5).

Di dalam Yesus ada pengampunan, keselamtan, damai sejahtera dan kehidupan kekal. Masih adakah keraguan bagi kita untuk menerima-Nya sebagai juruselamat? Keputusan ada pada kita secara pribadi. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:12

Wahyu 22:12 -- Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk MEMBALASKAN KEPADA SETIAP ORANG DESUAI PERBUATANNYA.

"KEADILAN!!!" Dapatkah istilah itu benar benar bisa terjadi di dunia ini? Bukankah setiap saat kita mendengar jeritan "ketidak-adilan" dari berbagai penjuru dunia, bahkan di lingkungan kita bekerja, tetangga sekitar rumah, rumah tangga serta lingkungan keagamaan? Bukankah di dunia ini yang benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi banar? Bahkan sejak zaman pemazmur hidup, ketidak adilan sudah begitu nyata. Dia melihat orang benar justru menderita dan orang fasik atau orang jahat justru kelihatan hidup penuh kelimpahan. Dia berteriak kepada Tuhan memohon keadilan (Maz 94:3-7).

Tetapi kabar baik dibentangkan melalui kitab Wahyu. Yesus segera datang untuk menegakkan keadilan. Dia datang untuk membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Tidak ada yang tersembunyi. Tidak!!! Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat (Pengkhotbah 12:14). Lalu bagaimana jika perbuatan jahat kita di masa lalu begitu kelam dan tak terhitung jumlahnya? "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9).

Ada waktunya semua ketidak- adilan akan mendapatkan upahnya. Jadi ketika ketidak-adilan itu sedang kita rasakan saat ini, ingatlah bahwa Yesus tidak tinggal diam. Dia mempedulikan kita dan memberi kekuatan untuk dapat melaluinya. Pembalasan bukan hak kita. Pembalasan adalah hak Tuhan (Ibrani 10:30). Tetap berserah kepada-Nya supaya hati tetap penuh kedamaian, karena Tuhan akan berkarya tepat pada waktu-Nya dan sesuai dengan cara-Nya. Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:11

Wahyu 22:11 -- "Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, BIARLAH IA TERUS MENGUDUSKAN DIRINYA!"

Kebebasan memilih adalah hak dasar yang diberikan Allah kepada manusia. Seorang berbuat jahat bukan karena Tuhan menakdirkan orang itu menjadi jahat, tetapi karena dia telah memilih untuk berbuat jahat. Tuhan tidak pernah menentukan seseorang untuk hidup dalam kecemaran, tetapi itu adalah pilihan yang tanpa disadari akan membuat seseorang itu terjebak di dalamnya dan bahkan  menikmatinya. Pada akhirnya orang itu akan menjadi terbiasa dan sulit untuk meninggalkan kehidupan yang tercemar itu.

Kitab Wahyu diberikan untuk akhir zaman sebagai suatu penuntun bagaimana hidup dengan benar dan memelihara hidup tetap kudus di dalam Tuhan. Semua nubuatan di dalamnya adalah peringatan bahwa Tuhan Yesus segera datang sebagai hakim yang adil. Dengan membaca, mendengar, merenungkan dan melakukan apa yang tertulis di dalamnya, manusia diingatkan adanya Injil yang kekal yang menjadi amaran terakhir bagi semua manusia di dunia ini. Kita diingatkan bahwa setiap orang harus memilih kepada siapa akan beribadah, bagaimana harus menyembah Sang Pencipta pada hari Sabat sebagai peringatan penciptaan. Pada akhirnya setiap orang harus mempertanggung jawabkan pilihan itu di depan pengadilan Tuhan (Wahyu 14:6,7).

Pilihan selalu ada bagi kita setiap saat. Tetapi ingat, apapun pilihan kita, harus dipertanggung jawabkan di depan pengadilan Tuhan. "...Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"(Yosua 24:15). Bagaimana dengan Anda? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:10

Wahyu 22:10 --- Lalu ia berkata kepadaku: "JANGAN MEMETERAIKAN perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat."

Hanya kata-kata rahasia yang harus disimpan dengan rapat dan tidak boleh ada orang lain yang tahu. Semua perkataan nubuatan kitab Wahyu bukanlah rahasia, tetapi pekabaran dari Allah yang harus diketahui semua orang sebagai amaran terakhir sebelum hari kedatangan Yesus yang kedua kalinya, karena waktu penggenapan nubuatan itu sudah dekat. Hal Ini tidak seperti buku Daniel yang mana ketika Daniel menerimanya dia tidak bisa mengerti dan bahkan harus menyimpannya dan memeteraikannya, karena berbicara tentang akhir zaman yang masih jauh, waktunya belum tiba (Daniel 12:4).

Kalau bukan rahasia, mengapa dipenuhi dengan lambang? Justru dengan lambang-lambang itu Yesus ingin kita lebih mudah mengetahui apa maksud Allah dan tidak tertipu dengan ajaran palsu.
Tuhan tidak begitu saja memberitakan pekabaran melalui lambang-lambang itu, tetapi Tuhan sudah menyediakan arti dari setiap lambang di seluruh bagian Alkitab. Yang diperlukan hanyalah kerendahan hati dan kesungguh-sungguhan dalam mempelajarinya, sehingga Roh Kudus dapat memimpin kita untuk mengerti maksud pekabaran dari kitab itu (Yoh 14:26).

Kitab Wahyu bukan kitab rahasia, artinya harus diketahui isinya karena mempersiapkan umat Tuhan untuk hari kiamat. Sudahkah kita membacanya, merenungkan dan melakukannya? Sekaranglah saatnya kita mulai mengambil waktu untuk mempelajari dan membagikan pada orang lain. Tuhan segera datang. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:8

Wahyu 22:8 -- Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku TERSUNGKUR DI DEPAN KAKI MALAIKAT, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.

Apa yang Anda akan lakukan ketika menyadari bahwa di depan Anda berdiri seorang malaikat utusan Allah yang penuh kemuliaan, dan telah menunjukkan segala sesuatu tentang takhta Allah, Sorga dan kehidupan di dunia baru  yang akan datang? Berlari ketakutan? Memandangnya dengan penuh keheranan? Atau menyembahnya seperti yang dilakukan oleh Yohanes? Tetapi malaikat itu menolak ketika Yohanes tersungkur dan menyembah di depan kaki malaikat itu.

Alam semesta dan segala yang ada di dalamnya, termasuk yang ada di bumi dan di Sorga adalah ciptaan Allah yang diciptakan oleh Yesus (Kolose 1:16). Tindakan menyembah dan beribadah kepada manusia atau ciptaan termasuk malaikat atau makluk Sorga adalah melanggar Hukum Allah (Keluaran 20:3). Itulah sebabnya malaikat itu menolak dan berkata: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!" (Wahyu 22:9).

Siapakah yang Anda sembah dan menjadi yang terutama dalam hidup Anda? Jika yang paling penting dalam hidup kita adalah salah satu dari makluk ciptaan atau benda ciptaan, dan hal itu bahkan menggantikan posisi Allah dalam hidup kita, maka kita sedang melanggar hukum Allah. Dan pelanggaran hukum Allah adalah dosa (1 Yoh 3:4). Marilah kita dengan penuh kesadaran untuk menyembah hanya pada Sang Pencipta, karena Dialah yang sanggup menebus dan menyelamatkan kita. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:7

Wahyu 22:7 --- "Sesungguhnya AKU DATANG SEGERA. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

Berita tentang kedatangan Yesus yang kedua kalinya ke dunia ini adalah tema utama kitab Wahyu. Dari awal sampai akhir selalu diulang-ulang bahwa waktu kedatangan-Nya itu sudah dekat. Kata "segera" berasal dari kata Yunani "takhu" yang artinya tidak hanya "segera", tetapi juga "tidak akan ditunda lagi" dan juga "tiba-tiba". Walaupun semua tanda-tanda kedatangan-Nya dengan jelas ditunjukkan di setiap bagian kitab ini, namun hari dan jamnya tidak diberitahukan. Dia akan datang tanpa ada pemberitahuan atau pengumuman khusus sebelumnya. Itulah sebabnya Yesus berulang kali mengatakan bahwa kedatangan-Nya itu tiba-tiba seperti datangnya seorang pencuri (Wahyu 16:15).

Mengapa harus tiba-tiba? Apakah Yesus senang jika banyak umat manusia yang tidak siap, sehingga banyak yang binasa? Tidak!!! Yesus ingin semua manusia bertobat dan dapat diselamatkan. Dia tidak ingin seorangpun yang binasa. (2 Petrus 3:9). Masalahnya adalah banyak di antara umat manusia yang tidak tertarik dengan keselamatan. Mereka lebih tertarik dengan segala keinginan daging dan gemerlap dunia yang sementara ini (Filipi 3:19). Tuhan tidak akan memaksa seseorang untuk selamat. Itu adalah hak mendasar dan pilihan setiap pribadi. Yesus telah menyediakan jalannya, dan selalu mengingatkan bahwa mereka yang menuruti semua perkataan kitab Wahyu ini akan berbahagia, dan siap menyambut kedatangan-Nya yang tidak lama lagi.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita membaca, merenungkan dan dengan pertolongan Roh Kudus menghidupkan Firman-Nya? Jika sudah, kita akan dipenuhi kebahagiaan dalam menantikan waktu yang mulia itu. Jika belum, sekaranglah waktunya untuk memulai, sebelum semuanya terlambat. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:6

Wahyu 22:6 -- Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini TEPAT DAN BENAR, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi."

Kitab Wahyu yang telah kita pelajari bersama selama ini, penuh dengan simbol yang kadang kala membingungkan sehingga tidak jarang pada akhirnya sebagian orang meragukan kebenarannya dan menyimpulkan bahwa tidak ada manfaatnya bagi kehidupan kita di dunia sekarang ini. Itulah sebabnya Malaikat yang diutus Tuhan kepada Yohanes menekankan bahwa semua  Wahyu yang dia terima adalah tepat dan benar, "faithful and true", sehingga tidak boleh diragukan oleh siapapun, karena itu adah Firman kebenaran (Yoh 17:17) yang berasal dari Tuhan, Allah, yang adalah setia dan benar (Yeremia 42:5).

Alasan yang patut kita perhatikan mengapa kita harus dengan sabar mengapa kita harus mempelajari, membaca, mendengar dan menghidupkan apa yang Tuhan kehendaki melaui kitab Wahyu, adalah karena semua nubuatan di dalamnya "akan segera terjadi". Gambaran yang dasyat dan menakutkan akan peristiwa-peristiwa yang ada di depan kita itu, bukanlah sebuah pilihan atau bahkan hanya sekedar "menakut-nakuti" tetapi segala sesuatu yang HARUS terjadi. Percaya atau tidak, peduli atau tidak, mengerti atau tidak mau mengerti, siap atau tidak, semuanya akan tetap segera terjadi. Yesus sudah melakukan bagian-Nya untuk memberitahukan apa yang telah, sedang dan akan terjadi, bagian kita adalah untuk menerima dan mempercayainya serta menghidupkannya.

"Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." (Matius 24:44). Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:5

Wahyu 22:5 -- Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan MEMERINTAH SEBAGAI RAJA  sampai selama-lamanya.

Nabi Daniel, yang hidup sekitar 500 tahun sebelum Yesus lahir ke dunia ini, telah menubuatkan apa yang akan terjadi di masa mendatang, yang isinya sama dengan kitab Wahyu yang dituliskan oleh Yohanes. Umat kepunyaan Allah yang Maha Tinggi, yaitu umat tebusan akan hidup memerintah sebagai raja selama lamanya. Hal itu menunjukkan pada jangka waktu yang sangat lama, lebih lama dari usia manusia yang pernah hidup di dunia ini. (Daniel 7:18). Mereka akan memerintah bersama Yesus sebagai raja dan imam (Wahyu 5:10), dalam arti memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dengan Yesus Sang Raja di atas segala raja.

Apa artinya menjadi raja? Kalau semua penduduk dunia baru adalah raja, apakah tidak mungkin terjadi keributan rebutan kekuasaan? Lalu yang menjadi rakyatnya siapa? Raja adalah kedudukan yang tertinggi. Artinya semua orang yang diselamatkan memperoleh anugrah kehidupan yang tertinggi, tidak ada lagi hamba atau tuan, semua setara di hadapan Tuhan. Menjadi raja, artinya memiliki kekuasaan  untuk menghakimi semua orang jahat, memeriksa dengan teliti setiap kehidupan merka selama masa seribu tahun (Wahyu 20:4).

Itulah sebabnya Yesus melarang kita "menghakimi sesama" selama kita hidup di dunia ini. Selain karena "belum tiba saatnya bagi kita untuk menjadi hakim" juga karena hidup kita, bisa jadi tidak lebih baik dari orang lain (Matius 7:1,2). Gantinya kita menghakimi atau mencari kesalahan orang lain, marilah kita mengasihi mereka, sehingga orang yang kita anggap "bersalah" itupun mendapat kasih karunia dari Yesus. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:4

Wahyu 22:4 --dan mereka akan MELIHAT WAJAH-NYA, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

Salah satu kerinduan terbesar dari semua umat tebusan sepanjang zaman adalah melihat wajah Yesus. Karena kasih-Nya, Dia telah rela mengorbankan diri-Nya, mati di kayu salib, agar manusia peroleh kehidupan kekal (Yohanes 3:16). Kerinduan untuk memandang wajah Juruselamat yang penuh kasih itu, jauh lebih besar dari pada keinginan untuk melihat Sorga yang penuh kemuliaan itu sendiri. Karena tanpa Yesus tidak ada Sorga bagi manusia. Tanpa pengorbanan Yesus tidak ada kehidupan kekal.

Pada saat Yesus datang yang kedua kalinya, maka hal pertama yang Dia lakukan adalah membangkitkan umat-Nya dari antara orang mati (1 Tesalonika 4:16) dan merubah tubuh jasmani semua umat-Nya menjadi tubuh yang sempurna dan penuh dengan kemuliaan (1 Korintus 15:51-53). Mengapa harus diubah? Karena dengan tubuh yang berdosa ini, tidak satupun manusia dapat tahan melihat kemuliaan Yesus. Itulah sebabnya kepada setiap umat tebusan dikenakan tubuh yang tidak dapat binasa, yang bebas dari akibat dosa, sebelum diangkat ke Sorga.

Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan agar kerinduan melihat wajah Yesus itu benar-benar menjadi kenyataan? Syaratnya adalah, nama Yesus harus tertulis di dahi kita. Artinya, tabiat Kristus harus menjadi tabiat kita (1 Yohanes 2:6). Dan hal itu harus terjadi ketika kita masih hidup di dunia ini, oleh pertolongan Roh Kudus (Yohanes 14:26).  Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya, yang tertulis di dalam Alkitab? Tuhan memberkati. --Krist.

Renungan dari Kitab Wahyu 22:3

Wahyu 22:3 --Maka tidak akan ada lagi laknat. TAKHTA ALLAH DAN ANAK DOMBA akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

Takhta yang dalam bahasa Yunani disebut "thronos" adalah sebutan untuk kursi yang diduduki oleh raja atau yang memegang kukuasaan untuk memerintah. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa pemerintahan alam semesata berpusat di Sorga. Dan di atas takhta Sorga itu duduklah Allah dan Anak Domba, yaitu Yesus. Jika Anak Domba duduk di atas satu takhta dengan Allah Bapa, apa yang dapat kita simpulkan? Yesus, Sang Anak Domba layak untuk disembah, dan kepada-Nya semua makluk di alam semesta akan beribadah.

Yesus yang sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Kolose 3:1) tidak lagi mengenakan tubuh yang dapat binasa sebagai manusia, Dia sudah naik ke Sorga, kembali ke takhta yang telah Dia tinggalkan selama menjadi manusia dalam menjalankan misi ke selamatan bagi manusia yang berdosa di dunia ini (Filipi 2:5-8). Tetapi mengapa kita harus menyembah Yesus? Bukankah menyembah ciptaan adalah dosa? Dan bukankah semua orang yang menang juga akan duduk di atas takhta Yesus? (Wahyu3:21) Ingat, Yesus, Sang Firman itu adalah Sang Pencipta (Yohanes 1:1-3). Setelah naik ke Sorga Dia telah kembali ke takhta-Nya sebagai Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja (Wahyu 17:14).

Jika Yesus, Sang Anak Domba yang duduk di atas takhta bersama dengan Allah Bapa, adalah Sang Pencipta dan juga Dia adalah Tuan di atas segala tuan, bahkan Raja alam semesta, masih adakah keraguan bagi kita untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya? Karena semua yang hidup di dunia baru nanti, pasti akan beribadah kepada-Nya. Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:2

Wahyu 22:2 --- Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon- POHON KEHIDUPAN yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka harus diusir keluar dari taman Eden, bahkan "ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan." (Kejadian 3:24). Mengapa? Karena jika mereka tetap di dalam taman itu dan berhasil memakan buah dari pohon kehidupan itu, Adam dam Hawa akan hidup selamanya di dalam penderitaan akibat dari dosa. Itulah sebabnya, kematian adalah juga bentuk kasih Tuhan bagi semua manusia yang telah berdosa, untuk terhindar dari penderitaan yang tiada batas dan dari jerih lelah di dunia ini (Mazmur 103:13-17). Apalagi bagi umat Tuhan kematian adalah istirahat dari jerih lelah di dunia ini (Wahyu 14:13) menanti pagi kebangkitan untuk menerima anugrah hidup kekal (1 Tesalonika 4:16,17).

Kabar baiknya adalah, di dunia baru nanti, Allah dengan kasih-Nya membuka akses seluas-luasnya bagi umat tebusan untuk makan buah dari pohon kehidupan yang tidak pernah berhenti berbuah selama-lamanya. Yohanes menjelaskan bahwa "daun dari pohon-pohon itu dapat menyembuhkan segala bangsa", bukan berarti Tuhan mengijinkan adanya orang sakit di sana dan disembuhkan dengan daun pohom kehidupan, tetapi sebaliknya di dunia baru itu tidak akan ada orang yang akan sakit, dan semua yang disediakan Tuhan dirancang untuk kehidupan yang sehat, yang bebas dari sakit penyakit maupun kematian.

Alangkah indah dan ajaibnya dunia baru yang disediakan Allah bagi umat-Nya. Adalah satu kerugian jika kita tidak sampai ke sana. Marilah kita tetap setia menantikan semua yang dijanjikan Tuhan itu. Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 22:1

Wahyu 22:1 -- Lalu ia menunjukkan kepadaku SUNGAI AIR KEHIDUPAN, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Air memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa air, manusia tidak dapat hidup. Tetapi di dunia baru, tidak diperlakukan adanya siklus air, yang harus menaikan air laut melalui sinar matahari, dan setelah menjadi awan akan turun sebagai air hujan dan meresap kedalam tanah yang kemudian keluar sebagai sumber mata air (Ayub 36:27,28). Karena sungai air kehidupan itu mengalir dengan limpahnya dari sumber segala sumber yang tidak akan pernah kering, yaitu takhta Allah dan Anak Domba. Hal itu menunjukkan bahwa Allah menjamin segala kebutuhan umat-Nya. Allah memelihara mereka dan tidak akan pernah kekurangan apapun juga.

Yesus menyatakan bahwa air hidup yang Dia berikan, sanggup memberikan kepuasan dan barang siapa yang menerimanya tidak akan pernah haus lagi itu. Dan air hidup itu adalah Roh Kudus (Yohanes 7:37-39). Bening seperti kristal, menunjukkan kemurnian karya Roh Kudus dalam memenuhi kebutuhan rohani umat Tuhan, tanpa ada unsur dosa di dalamnya. Dengan demikian keberadaan Roh Kudus di dunia baru tidak diragukan lagi. Allah Bapa dan Yesus sang Anak  Domba duduk di atas takhta, dan dari  takhta itu mengalir tanpa henti air kehidupan yaitu Roh Kudus.

Saat inipun Roh Kudus tersedia dengan limpah, siap menuntun siapa saja yang mau membuka hati untuk mempersiapkan diri bagi kehidupan kekal itu. "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." (Yohanes 14:26). Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita membuka hati dan menerima kehadiran serta tuntunan Roh kudus? Tuhan memberkati selalu. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:27 (bag.2)

Wahyu 21:27 (Bag.2) - Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam KITAB KEHIDUPAN ANAK DOMBA itu.

Kitab kehidupan adalah buku yang berisi nama-nama orang yang akan masuk di dunia yang baru nanti. Semua orang sejak Adam dan Hawa sampai pada waktu pintu kasihan tertutup, hanya  mereka yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan itu yang akan menerima kehidupan kekal. Kitab kehidupan itu disebut juga kitab kehidupan Anak Domba, yang artinya buku itu milik Yesus, dan Yesus pula yang berhak menuliskan atau bahkan menghapus nama-nama di dalamnya.

Siapa yang namanya tertulis di dalam kitab Kehidupan Anak domba itu? Itu adalah hak prerogative Yesus yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Tetapi Alkitab memberikan beberapa ciri-cirinya: mereka adalah orang-orang yang benar (Mazmur 69:29), yaitu orang-orang yang menuruti Firman-Nya (Yohanes 17:17). Mereka adalah orang-orang yang giat dalam pelayanan Injil (Filipi 4:3). Mereka juga adalah para pemenang dalam mempertahankan iman (Wahyu 3:5). Mereka adalah pengikut setia Anak Domba, yaitu Yesus dan tidak mengikuti ajaran palsu atau pengikut "binatang" yaitu Babel rohani (Wahyu 13:8 & 17:18).

Karena buku kehidupan itu adalah milik Yesus, Sang Anak Domba, maka mereka adalah orang-orang yang hidup meneladani kehidupan Yesus selama di dunia ini (1 Yohanes 2:6). "Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu." (Wahyu 20:15). Bagaimana dengan kita saat ini? Sudahkah kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:27 (bag.1)

Wahyu 21:27 (Bag.1) - Tetapi TIDAK AKAN MASUK KE DALAMNYA SESUATU YANG NAJIS atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Allah adalah kudus, dan Dia menghendaki supaya manusia hidup kudus agar dapat hidup kekal bersama-Nya di dunia baru. "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu," (1 Petrus 1:15).
Mengapa harus menjadi kudus? Karena segala yang najis atau tidak kudus akan lenyap oleh api kemuliaan-Nya (2 Petrus 3:9-12). Kedatangan Yesus ke dunia ini  untuk memberi teladan hidup menurut  petunjuk firman-Nya, sehingga memungkinkan manusia untuk menjadi kudus, melalui jasa kematian-Nya di kayu salib (Efesus 5:26).

Alkitab memberikan contoh hal-hal yang najis dan merupakan kekejian di hadapan Allah, antara lain: memakan binatang yang haram (Imamat 11), perzinahan (Imamat 18:20), komunikasi dengan arwah dan roh-roh jahat (Imamat 19:31), penyembahan berhala (Yehezkiel 20:18), merusak kekudusan jemaat yaitu persekutuan umat Allah melalui ajaran palsu,(1 Korintus 3:16,17) dan lain-lain. Bahkan Yesus menyatakan bahwa kata-kata kotor dan hinaan, pelanggaran hukum Allah serta semua pikiran jahat adalah najis dan kekejian di pemandangan Allah (Matius 15:17-20).

Jika semua yang najis dan kekejian itu tidak akan masuk ke dalam dunia baru, maka: "kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan." (Ibrani 12:14). Dan kekudusan itu hanya dapat dilakukan oleh Yesus (1 Korintus 1:30). Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:25 (bag.2)

Wahyu 21:25 (Bag.2) - dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab MALAM TIDAK AKAN ADA LAGI DI SANA:

Sebutan siang dan malam sudah ada sejak penciptaan dunia ini (Kejadian 1:5), ketika dosa belum menguasai kehidupan manusia. Siang hari ditandai dengan terang, sedangkan malam identik dengan gelap. Nabi Yesaya menuliskan adanya siang dan malam di dunia baru yang akan datang, karena di sana akan tetap ada bulan berganti bulan dan Sabat berganti Sabat, di mana umat Tuhan akan beribadah kepada Allah (Yesaya 66:23). Tetapi menurut ayat di atas (Wahyu 21:25), di dunia baru, malam tidak akan ada lagi di sana, dalam arti walaupun tetap ada pergantian hari, tetapi malam "tidak akan segelap" malam seperti sekarang ini, karena kemuliaan Allah dan Anak Domba akan menerangi siang dan malam.(Wahyu 21:23).

Dalam Alkitab, Istilah malam juga menggambarkan "ketakutan dan kekuatiran atau keadaan yang buruk", karena pada waktu gelap itulah kejahatan, pencurian, perampokan dan teror dari kuasa kejahatan beraksi. Kegelapan malam juga menggambarkan kondisi hati yang gelap yang telah dikuasai oleh roh jahat, seperti yang terjadi pada hati Yudas "hari mulai malam" sebelum mengkhinati Yesus (Yohanes 13:13). Dengan demikian "malam tidak akan ada di sana" juga bermakna tidak akan ada ketakutan atau kekuatiran lagi karena segala unsur kejahatan  dan najis serta kuasa roh jahat tidak akan ada di sana. (Wahyu 21:27).

Betapa damai dan indahnya dunia baru yang akan diciptakan kembali oleh Allah bagi kita. Semua orang bisa dan bahkan diundang untuk ke sana. Yesuslah satu-satunya jalan kepada keselamatan dan kehidupan kekal itu (Yohanes 14:6). Sudahkah Yesus menjadi yang utama dan menjadi pilihan hidup kita? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:23

Wahyu 21:23 --- Dan kota itu TIDAK MEMERLUKAN MATAHARI dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Selain sebagai penanda antara siang dan malam dan dasar untuk perhitungan tahun serta musim (Kejadian 1:14-18), sinar matahari juga sangat dibutuhkan untuk kehidupan tumbuhan, binatang dan juga manusia. Tanpa sinar matahari, maka tumbuhan tidak bisa berfotosintes sehingga menjadi kerdil dan mati. Tanpa tumbuhan binatang akan mati, dan manusia akan mati juga, karena tidak ada makanan serta oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan itu. Tanpa sinar matahari, maka kehidupan manusia juga akan kacau, yaitu hidup dalam kegelapan.

Tetapi di dunia baru, di kota Yerusalem baru nanti, keberadaan matahari sebagai penguasa siang dan bulan sebagai penguasa malam, tidak diperlakukan. Walaupun semua itu ada dan kelihatan, tetapi tidak memiliki arti dan fungsi yang signifikan. Hal itu disebabkan, sumber dari segala sumber terang, sumber dari segala sumber energi hadir dan tinggal bersama umat-Nya di kota suci itu. Kehadiran Allah dan Anak Domba, yaitu Yesus Sang Pencipta, membuat ciptaan sehebat dan seindah apapun menjadi tidak berarti.

Itulah sebabnya di akhir zaman ini, Injil yang kekal harus dikumandangkan ke seluruh dunia yaitu ajakan untuk "hanya menyembah dan beribadah kepada Sang Pencipta" (Wahyu 14:6,7). karena itulah yang akan dilakuka oleh umat-umat Tuhan dalam kehidupan kekal nanti. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita beribadah hanya pada Sang Pencipta? Tuhan memberkati.

Renungan dari Kitab Wahyu 21:25 (bag.1)

Wahyu 21:25 (Bag.1) -- dan pintu-pintu GERBANGNYA TIDAK AKAN DITUTUP pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;

Yerusalem baru adalah ibu kota dari dunia baru yang akan diciptakan kembali oleh Allah. Dan seluruh umat tebusan akan hidup damai dan diam di seluruh bumi. "Dan segala bangsa pun akan berjalan di dalam cahayanya, dan segala raja di bumi membawa kemuliaannya ke dalam negeri itu." (Wahyu 21:24). Gerbang kota itu tetap terbuka bagi orang-orang kudus yang tinggal di luar kota untuk masuk dengan bebas ke dalamnya, di mana Allah dan Anak Domba diam di tengah-tengahnya, dan di mana mereka dapat mengakses daun-daun pohon kehidupan.

Dua belas pintu gerbang di setiap bagian kota itu selalu terbuka, tidak pernah tertutup siang dan malam, menunjukan betapa damai dan amannya dunia baru itu. Tidak akan ada yang akan mengambil emas di jalanan kota itu, atau mencuri mutiara dan berbagai macam batu permata di sana, karena semua penghuni dunia baru itu nanti adalah umat tebusan yang memiliki tabiat Kristus. Mereka adalah orang-orang yang mengutamakan Tuhan sang pencipta lebih dari gemerlap dunia baru ciptaan Tuhan. Itulah sebabnya pintu-pintu gerbang Yerusalem baru tidak pernah ditutup siang dan malam.

Rasul Paulus menyatakan: "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus," (Filipi 3:8). Bagaimana dengan kita? Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:22

Wahyu 21:22 -- Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah BAIT SUCI-nya, demikian juga ANAK DOMBA itu.

Allah memerintahkan Musa untuk membuat Bait Suci untuk tempat pertemuan antara Allah dengan umat-Nya. Secara keseluruhan Allah sendiri yang menentukan bahan yang digunakan, ukuran dan bentuk setiap perabot  bahkan warnanyapun ditentukan langsung oleh Allah sesuai dengan contoh yang ada di Sorga (Ibrani 8:5). Segala sesuatu yang ada pada Bait Suci, termasuk seluruh upacara korban dan pejerjaan Imam serta Imam besar adalah lambang dari pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Sang Anak Domba yaitu Yesus Kristus (Kolose 2:17).

Ketika Yesus mati sebagai Anak Domba Paskah (1 Korintus 5:7), menggenapi semua upacara di Bait Suci di dunia ini, dan kebangkitan serta kenaikan-Nya menandai mulainya pelayanan Yesus di Sorga sebagai Imam Besar dengan membawa darah-Nya sendiri sebagai kurban yang sempurna untuk menebus umat  manusia (Ibrani 9:25-28). Tetapi mengapa di Yerusalem baru nanti tidak ada bangunan Bait Suci lagi secara fisik? Karena wujud sesungguhnya dari seluruh sistem Bait Suci itu secara langsung ada bersama umat-Nya. Allah, yaitu Yesus Sang Anak Domba itu sendiri akan tinggal bersama umat-Nya sampai selama-lamanya. Dengan demikian, tidak diperlukan berbagai simbol dan kurban yang dulu ada di Bait Suci di dunia ini.

Bukankah suatu kebahagiaan yang tidak tergambarkan ketika kita akan berjumpa dan melihat muka dengan muka bahkan hidup kekal dengan Yesus sang juruselamat itu? Kebahagiaan itu dimulai sekarang, di dunia ini. Izinkan Yesus masuk dan tinggal dalam hati, maka Dia, melalui Roh Kudus (Yohanes 14:26), akan menuntun kita sampai kehidupan kekal itu. Tuhan memberkati.-- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:21 (bag.2)

Wahyu 21:21 (bag.2) - Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan JALAN-JALAN KOTA ITU DARI EMAS MURNI bagaikan kaca bening.

Jika suatu saat ketika kita sedang berjalan kaki tiba-tiba kita melihat emas di tengah jalan, apa yang akan kita lakukan? Nembiarkannya? Menginjaknya? Atau mengambil dan menyimpannya? Ya, emas adalah salah satu logam mulia yang paling banyak dicari oleh manusia di dunia ini. Suatu kejutan disediakan oleh Tuhan bagi umat-Nya yang setia, yaitu ketika umat tebusan itu berada di kota Yerusalem baru, mereka akan berjalan dan menginjak dengan kaki mereka semua jalan yang terbuat dari emas murni yang bening bagaikan kaca, yang jauh lebih murni dari emas yang pernah ada di dunia ini.

Dengan menjadikan emas murni sebagai bahan untuk seluruh jalan-jalan di kota Yerusalem baru, Yesus ingin menunjukkan kepada kita, bahwa semua harta benda duniawi tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kebahagiaan hidup kekal bersama Yesus. Pusat perhatian kita di Yerusalem baru haruslah Yesus. Tanpa Yesus, semua keindahan kota itu tidak akan ada faedahnya, karena tanpa Yesus, manusia tidak akan pernah ada di sana.

Umat Tuhan sejak zaman Perja memiliki kerinduan yang sama dengan kita: "Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka." (Ibrani 11:16). Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:21 (bag.1)

Wahyu 21:21(bag.1) - - Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah DUA BELAS MUTIARA: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

Mutiara sangatlah terkenal karena keindahannya, sehingga digunakan untuk perhiasan yang mahal. Butiran-butiran mutiara selalu tampak berkilauan walaupun terbenam di dalam lumpur. Karena itulah mutira digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang indah dan berharga untuk kehidupan di dunia ini dan tidak mudah hilang oleh waktu. Bahkan kata-kata indah dan bermakna yang berupa motivasipun disebut dengan "kata-kata mutiara". Mutira terbesar yang pernah ditemukan di dunia ini seberat 34 kg dan harganya ditaksir sekitar 100 juta USD, atau sekitar satu trilyun rupiah.

Yerusalem Baru memiliki 12 pintu gerbang yang tinggi dan lebar, dan setiap pintu gerbang itu masing-masing terbuat dari satu mutiara utuh. Wow... betapa megah dan indahnya pintu gerbang kota suci itu. Mutiara dalam Alkitab adalah lambang kebenaran tentang kerajaan Sorga, yang memerlukan harga pengorbanan yang besar untuk mendapatkannya (Matius 13:45,46). Dengan demikian, ketika setiap pintu terbuat dari satu butir mutiara, menggambarkan bahwa kebenaran, yaitu Yesus (Yohanes 14:6) adalah utuh dan tidak sebagian-sebagian saja. Barang siapa menerima kebenaran Kristus haruslah menerimanya seluruhnya tanpa memilah-milah, sebagaimana Yesus tidak terbagi-bagi.

Sudahkah kita menerima Yesus dan kebenaran dengan sepenuhnya? Kebenaran itu terdapat pada Firman-Nya (Yohanes 17:17). Ambillah waktu untuk membaca, merenungkan dan dengan pertolongan Roh Kudus kita menghidupkannya. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:19

Wahyu 21:19 -- Dan dasar-DASAR TEMBOK KOTA ITU dihiasi dengan segala jenis permata. Dasar yang pertama batu yaspis, dasar yang kedua batu nilam, dasar yang ketiga batu mirah, dasar yang keempat batu zamrud,...

Ketika akan membangun sebuah rumah, gedung dan bangunan apapun, maka pondasi menjadi hal pertama yang harus dibuat. Pondasi harus terbuat dari bahan yang kuat, agar bangunan jadi kokoh, dan dirancang tahan akan goncangan. Bagaimana kalau pondasi itu terbuat dari berbagai jenis batu-batu mulia? Itulah kota Yerusalem baru, yang dibangun oleh Allah di atas batu yaspis, nilam, mirah, zambrut, unam, sardis, ratna cempaka, batu beril, krisolit, krisopras, lazuardi dan batu kecubung. (Wahyu 21:19,20).

Dua belas batu mulia tersubut, selain sangat keras, bahkan jauh lebih keras dari batu biasa maupun logam, juga memiliki keindahan yang luar biasa. Masing-masing memiliki warna yang berbeda dan khas, serta kelebihan yang tidak dimiliki batu lainnya, apalagi pondasi itu dihiasi dengan barbagai jenis permata. Karena di atasnya di tulis nama kedua belas rasul Yesus, maka batu-batu itu menunjukkan karakter murid-murid yang walaupun berbeda-beda tetapi memancarkan keindahan tabiat Yesus yang teguh, kokoh, tak tergoyahkan sampai akhir kehidupan mereka.

Kita memiliki karakter yang berbeda-beda. Tetapi jika kita berpusat pada Yesus, maka karakter kita itu bertumbuh dan meneladani Kristus, sehingga memancarkan keindahan tabiat Yesus yang teguh, kokoh dan setia sampai akhir. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:18

Wahyu 21:18 -- Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni.

Tahukah Anda harga satu gram emas murni saat ini? Ya, sekitar 600 ribu rupiah. Mahal bukan? Tidak salah kalau emas disebut logam mulia yang dicari banyak orang. Kalau satu kilo gram? Wah, satu jumlah yang sangat besar bukan? Bagaimana kalau sebuah kota yang sangat berbentuk bujur sangkar yang setiap sisinya berukuran 12.000 stadia, terbuat dari emas murni yang atau emas tulen yang bening bagaikan kaca? Bagaimana jika seluruh temboknya terbuat dari mutiara yaspis yang terkenal indah berwarna-warni dengan nilai yang amat sangat mahal?

Itulah gambaran dari kota suci Yerusalem baru yang akan turun dari Sorga, yang disediakan khusus bagi umat Tuhan yang setia. Sebuah kota yang sempurna, indah dan mulia, yang nilainya bahkan lebih mahal dan lebih berharga dari dunia dan segala logam mulia yang pernah dilihat oleh mata di dunia yang berdosa ini. Allah menunjukkan pada Yohanes keindahan dan kemuliaan kota itu, untuk memberikan kepastian bagi umat Tuhan, kalaupun demi kebenaran harus kehilangan kesempatan untuk memiliki seluruh harta dunia ini, upah yang akan diterima di kehidupan kekal nanti, jauh lebih besar, jauh lebih mahal, jauh lebih indah dan tidak ada bandingannya.

Bisa jadi kita tidak pernah memiliki barang-barang dan perhiasan mahal di dunia ini. Tetapi ada harta yang lebih mulia dan lebih berharga dari semuanya itu, yaitu Yesus. Hidup kekal bersama Yesus yang telah menebus kita dari dosa dan telah menyelamatkan kita, adalah jauh lebih berharga dari segala harta dunia, bahkan lebih berharga dari kota emas, Yerusalem baru. Sudahkan Anda memiliki YESUS dalam hidup Anda? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:15

Wahyu 21:15 -- Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk MENGUKUR KOTA itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

Kegiatan mengukur diadakan untuk memastikan keberadaan sesuatu hal. Dengan kata lain, sesuatu bisa diukur kalau sesuatu itu benar-benar ada, nyata atau dapat dibuktikan keberadaannya. Dengan demikian, tindakan mengukur kota Yerusalem baru  beserta dengan pintu gerbang dan temboknya secara terperinci adalah "lambang" untuk memberikan kepastian kepada umat manusia bahwa kota yang dijanjikan Tuhan itu bukan sekedar dongeng, tetapi benar-benar ada dan nyata. Karena di kota Yerusalem baru itulah tempat di mana Yesus akan tinggal bersama dengan umat-Nya, "Imanuel" (Wahyu 21:3).

Kota itu berbentuk bujursangkar, dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi yang sama yaitu 12.000 stadia. Bujur sangkar memiliki 4 sisi dan 12 rusuk atau garis pinggir yang mengelilinginya dan masing-masing berukuran sama yaitu 12.000 stadia (Wahyu 21:16). Dengan demikian panjang seluruh rusuk kota itu adalah 144.000 stadia. Bilangan itu sama dengan jumlah mereka yang menang dan dimeteraikan, yaitu 144.000 orang (Wahyu 7:4), yang melambangkan   kesempurnaan.

Kesimpulannya adalah, kota Yerusalem baru yang disediakan Allah itu adalah tempat yang sempurna dan ideal bagi umat tebusan, baik yang hidup di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita termasuk umat yang telah ditebus oleh kematian Yesus? Tuhan memberkati.- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:13

Wahyu 21:13 -- Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

Jika nama-nama dua belas suku Israel yang tertulis di pintu gerbang Yerusalem baru melambangkan semua umat Tuhan, yaitu para pemenang dalam pertandingan iman di zaman Perjanjian Lama, maka umat Tuhan yang setia di zaman Perjanjian baru sampai kesudahan, dilambangkan dengan dua belas rasul Anak Domba Allah yang nama mereka tertulis di atas dua belas batu dasar tembok kota suci itu. Sekali lagi bilangan dua belas melambangkan keseluruhan atau universalitas. Siapa saja yang hidup di era Perjanjian Baru yang percaya dan menerima Yesus sebagai juruselamat pribadinya, akan berada di Yerusalem Baru, hidup kekal bersama Yesus (Yohanes 3:16).

Tentu saja, nama Yudas tidak termasuk di antara dua belas rasul tersebut. Karena walaupun menyesali perbuatannya karena telah menjual Yesus dengan harga tiga puluh keping perak, tetapi Yudas tidak bertobat, melainkan mati bunuh diri (Matius 27:5). Tidak demikian halnya dengan Petrus, walaupun melakukan dosa yang sama kejinya dengan Yudas, tetapi Petrus yang telah menyangkal gurunya tiga kali itu, segera bertobat dan menjadi rasul yang setia (Yohanes 21:15-17). Nama Petrus akan ada di sana. Pengganti Yudas telah dipilih yaitu Matias untuk menggenapi jumlah kedua belas rasul Yesus. (Kisah 1:23-26). Matias, seperti beberapa murid yang lainnya, namanya sangat jarang disebut dan perannya tidak menonjol dalam hidupnya. Tetapi kesetiaan mereka membuat nama rasul-rasul itu tertera di Yerusalem Baru, sebagai para pemenang dalam pertandingan iman.

Siapapun Anda, sekecil apapun peran Anda dalam pekerjaan Tuhan, jika kita tetap setia di dalam Yesus, nama kita akan ada dalam buku kehidupan Anak Domba, dan kita akan ada di kota yang penuh kemuliaan itu. Tuhan memberkati. -- Krist.

Renungan dari Kitab Wahyu 21:13

Wahyu 21:13 - Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.

Pintu gerbang adalah jalan di mana orang dapat masuk, sedangkan angka atau bilangan dua belas dalam kitab Wahyu sering kali memiliki makna universalitas, atau keseluruhan. Itulah sebabnya pintu gerbang kota Yerusalem baru terbagi rata dari setiap arah mata angin. Tiga di timur, tiga di barat, tiga di utara dan tiga di selatan. Menunjukkan bahwa kota suci yang dibangun oleh Allah sendiri itu terbuka bagi siapa saja yang mau menerima anugrah hidup kekal. Tuhan Yesus menyatakan: "Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah." (Lukas 13:29).

Ada yang menarik untuk diperhatikan, bahwa di atas setiap pintu gerbang itu ada malaikat yang berjaga (Wahyu 21:12). Hal itu menunjukkan bahwa di setiap sudut kota Yerusalem baru dijaga dengan baik. Allah menjamin keamanan, kenyamanan dan kedamaian di seluruh wilayah itu. Tidak akan ada perkara yang najis yang dapat menyusuf masuk ke dalamnya. Nabi Yesaya menubuatkan akan hal ini: "Di atas tembok-tembokmu, hai Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri... sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi." (Yesaya 62:6-7).

Dua belas pintu gerbang yang selalu terbuka melambangkan bahwa Allah tidak pilih kasih atau memandang muka. Akses kepada Bapa terbuka dengan lebar bagi segala suku, bangsa, bahasa dan kaum. Marilah kita tetap setia di dalam Tuhan, agar kita boleh masuk melalui pintu gerbang kota Yerusalem baru yang disediakan Tuhan bagi kita. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:11

Wahyu 21:11 -- Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

Nama di dalam Alkitab menunjuk pada karakter atau tabiat. Dan nama Israel berarti "pemenang" yaitu orang-orang yang menang melewati pergumulan bersama dengan Tuhan. Itulah sebabnya, ketika nama-nama kedua belas suku Israel tertulis di atas pintu gerbang Yerusalem baru, nama-nama itu berbeda dengan nama anak-anak Yakub atau suku-suku Israel pada mulanya (Kejadian 49:1-28). Di kitab Wahyu, nama suku "Dan" tidak masuk dalam daftar dua belas suku Israel yang namanya tertulis di atas gerbang Yerusalem baru, tetapi justru diganti dengan suku baru yaitu Manasye anaknya Yusuf, cucunya Israel (Wahyh 7:4:8).

Mengapa demikian?  Suku "Dan" terlibat dalam penyembahan berhala dan mengangkat imam bagi berhala (Hakim-hakim 18:27-31), bahkan di zaman raja-raja, Manasye menjadi pusat penyembahan berhala (1 Raja-raja 12:29-30). Tetapi mengapa suku Manasye yang menggantikan suku "Dan"? Mengapa bukan Efraim, saudaranya yang diberkati dan menerima hak kesulungan? (Kejadian 48:14). Pada kenyataannya baik Manasye maupun Efraim pernah terlibat penyembahan berhala. Tetapi Efraim tidak bertobat (2 Tawarikh 30:1,10), sedangkan Manasye bertobat dan meninggalkan penyembahan berhala (2 Tawarikh 30:11,12).

Ingat, nama-nama suku Israel menggambarkan para pemenang dalam iman. Hanya mereka yang bertabiat sebagai pemenang dalam pertandingan iman, yang walaupun pernah jatuh tetapi bangkit kembali dan bertobat, yang namanya akan abadi di Yerusalem Baru. Bagaimana dengan kita? Tetap teguh dalam iman, maka kita akan ada di Yerusalem baru. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:9

Wahyu 21:9 ---Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu PENGANTIN PEREMPUAN, mempelai Anak Domba."

Mempelai atau pengantin perempuan dalam kitab Wahyu melambangkan kemurnian dan kekudusan kota Yerusalem baru yang turun dari Sorga, dari Alllah, yang tidak tercemar sama sekali oleh dosa (Wahyu 21:10).  Di dalam kota itulah umat Tuhan yang tanpa noda dosa, yang murni seperti perawan (Wahyu 14:4), akan turun dari Sorga. Sebuah penampilan yang sangat kontras dengan bumi yang sudah hancur tak berbentuk oleh kemuliaan Yesus dan malaikat-Nya saat Dia datang kedua kalinya (2 Petrus 3:11), maka Yerusalem baru tampil dengan kemuliaan yang agung, indah bagaikan permata dan murni seperti kristal (Wahyu 21:11).

Permata Yaspis atau dalam kata Yunaninya - ἴασπις- (iaspis)
adalah jenis batu mulia yang memancarkan berbagai warna seperti ungu, biru, hijau, kuning mengkilat. Ini menggambarkan betapa indah dan mulianya kota Yerusalem baru itu. Berkilauan dan bening seperti Kristal yang melambangkan betapa kudusnya kota itu dan semua umat tebusan yang ada di dalamnya, yang sangat kontras dengan dunia dan kuasa kejahatan yang ada di dalamnya. Dengan demikian, Tuhan menjanjikan satu dunia yang sama sekali baru, tanpa ada unsur lama sedikitpun, untuk memastikan satu kehidupan baru yang kekal, yang penuh kebahagiaan bagi umat-Nya.

Betapa besarnya kasih Yesus bagi kita. Melalui kematian-Nya, kita dimurnikan seperti perawan yang kudus, yang layak sebagai mempelai-Nya. Suatu kehidupan yang serba baru telah disediakan bagi siapa saja yang setia kepada-Nya. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:8 (bag.5)

Wahyu 21:8 (Bag.5) - Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh API DAN BELERANG; inilah kematian yang kedua."

Api dan belerang menjadi lambang kebinasaan total yang berasal dari Tuhan yang ditujukan bagi orang jahat, seperti yang terjadi pada Sodom dan Gomora (Kejadian 19:24). Itu tidak berarti Allah adalah kejam, tetapi justru menjadi bukti bahwa Allah adalah adil, yang memberi upah pada mereka yang setia dan hukuman bagi yang jahat (Mazmur 11:6,7). Hukuman menjadi tanda keadilan karena sebelum dilaksanakan, Allah memberikan pekabaran sebagai peringatan, serta memberikan waktu untuk bertobat.

Sebelum Sodom dihanguskan dengan api dan belerang, Allah telah memberi kesempatan bagi mereka dengan mengijinkan Lot hidup menjadi terang di tengah-tengah orang yang hidup dalam kejijikan. Sebelum pada akhirnya dunia ini dihancurkan dengan api dan belerang, Allah memberikan pekabaran khusus di akhir zaman ini dengan pekabaran tiga malaikat dengan membawa Injil yang kekal, yang mengajak semua manusia untuk beribadah kepada Allah sang pencipta, pada hari yang ditentukan Tuhan, serta menjahui ibadah palsu yang menuntun pada kebinasaan (Wahyu 14:6-10).

Injil yang kekal yaitu Yesus dan kehidupan-Nya ada tertulis dan bukunya ada pada kita. Pilihan ada pada kita, untuk menuruti firman Allah di dalam Injil itu, atau mencari dalih untuk merobah bahkan menolaknya. Apapun pilihan kita, keadilan Allah akan tetap perlaksana. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:8 (bag.4)

Wahyu 21:8 (Bag.4) -- Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua PENDUSTA, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Siapakah diantara kita yang belum pernah berdusta selama hidup di dunia ini?  Hampir semua orang pernah jatuh dalam dosa yang satu ini, bahkan sebagian orang menganggapnya bukan satu kesalahan ketika harus berbohong tentang sesuatu. Tetapi tahukah Anda bahwa dusta adalah salah satu karakter mendasar dari Iblis? "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." (Yohanes 8:44)

Dengan melakukan kebohongan kita telah meneladani iblis serta terperangkap dalam jeratnya yang tidak mudah untuk melepaskan diri dari padanya. Dusta yang tidak segera disadari dan dihentikan, akan melahirkan dusta-dusta selanjutnya, dan akhirnya karena telah terbiasa maka tidak lagi dianggap sebagai dosa. Tetapi Akitab memberikan petunjuk lebih dalam lagi tentang hal ini:
"Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak." (1 Yohanes 2:22).

Pendusta, saksi dusta tidak akan masuk dalam negeri yang dijanjikan Tuhan bagi umat-Nya. Tetapi ada kabar baik: semua mantan pendusta, yang telah bertobat dan meninggalkan dusta akan masuk di negeri baru itu, karena telah ditebus melalui pengorbanan darah Yesus. Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:8 (Bag.3)

Wahyu 21:8 (Bag.3) ---Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, ORANG-ORANG KEJI, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Kita sering mendengar istilah "keji" atau kekejian dalam kehidupan sehar-hari. Istilah itu berasal dari kata Yunani ἐβδελυγμένοις (ebdelygmenois) yaitu suatu tindakan yang dianggap kotor, najis, haram dan tercela, baik dilihat dari sudut pandang kalayak umum, teristimewa dipemandangan Allah.
Mereka menjadi keji karena mereka berpartisipasi dalam kegiatan yang dianggap menjijikkan bagi Allah. Mereka dianggap najis sehingga tidak akan pernah memasuki kota suci yang Allah telah siapkan.

Kegiatan keji di dalam Alkitab antara lain: makan binatang yang diharamkan oleh Allah (Imamat 11: 10-42); perilaku homoseksual (Imamat 18:22);  penyembahan berhala (Ulangan 7: 25-26); pengorbanan anak (Ulangan 12:31); memberikan persembahan korban yang tidak sempurna (Ulangan 17: 1); praktik ilmu sihir dan roh peramal  (Ulangan 18:12); dan juga praktik pelacuran rohani dengan jalan mengikuti ajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan (Wahyu 17:4,5) serta masih banyak lagi yang lainnya. Semua itu adalah perilaku yang membangkitkan kemarahan Allah karena mereka melanggar hukum-Nya. Dalam hal ini, kekejian dan pemberontakan saling berkaitan.

Jika kita rindu hidup bersama Tuhan Yesus di Yerusalem baru, di dunia baru yang akan diciptakan kembali oleh Allah itu, jauhkanlah semua praktik kekejian itu dari kehidupan kita. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:8 (bag.2)

Wahyu 21:8 (Bag.2) -- Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang TIDAK PERCAYA, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Tidak percaya, yang dalam bahasa Yunani adalah  ἀπίστοις (apistois) adalah tindakan menolak atau "berkata tidak" pada sesuatu. Bisa jadi orang tersebut memiliki pengetahuan yang banyak tentang Yesus dan kebenaran firman Tuhan, tetapi dengan yakin memilih menolaknya. Ini lebih dari sekedar "penakut" yang karena tekanan terpaksa menyangkal imannya, tetapi ini adalah sebuah sikap yang tegas menolak Yesus sebagai juruselamat pribadinya.

Kitab Wahyu adalah pernyataan tentang Yesus bagi umat-Nya di akhir zaman ini yang memberi gambaran dengan sangat jelas yang dimulai dari masa kekekalan sampai pada masa kekekalan yang akan datang. Dan dengan jelas dinyatakan bahwa mereka yang tidak percaya, akan mendapatkan bagian di dalam api dan belerang. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang PERCAYA kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16).

Percaya atau tidak percaya di dalam Yesus adalah pilihan yang sangat pribadi. Keselamatan itu adalah sambutan pribadi kita terhadap anugrah Allah yang telah dinyatakan melalui pengorbanan Yesus. Pilihan ada pada kita masing-masing. Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:8 (bag.1)

Wahyu 21:8 (Bag.1) -- Tetapi orang-orang PENAKUT, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian kedua."

"Penakut"  adalah sebuah istilah yang biasanya kita berikan kepada orang-orang yang takut kegelapan, takut ketinggian, takut suara keras halelintar, bahkan ada yang takut dengan pikiran sendiri. Tetapi kata "penakut"  atau δειλοῖς" (deilois) di dalam Wahyu 21:8 tidak saja berarti "fearful" atau takut pada sesuatu, tetapi juga berarti "faithless" atau tidak memiliki iman. Dalam hal ini berarti ketakutan untuk mengakui Yesus sebagai juruselamat pribadinya karena ancaman penderitaan yang harus dihadapi selama di dunia ini. Ini adalah sikap penyangkalan terhadap kebenaran yang telah mereka terima, yaitu ketakutan untuk menyatakan iman mereka kepada dunia.

Yesus mengingatkan: "Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah." (Matius 12:8-9). Seorang "penakut" yang tidak akan masuk dalam kerajaan Allah adalah mereka yang meragukan kuasa Yesus, bahwa Dia sanggup menyertai, memberkati dan menyelamatkan umat-Nya.

Para penakut di pemandangan Yesus adalah, mereka yang menyangkal Yesus sebagai juruselamat pribadinya di depan manusia. Bagaimana dengan kita? Beranikah kita menyatakan iman kita kepada dunia? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:7

Wahyu 21:7 -- Barangsiapa menang, ia akan MEMPEROLEH SEMUANYA ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Di dunia ini, kita pasti pernah mengalami yang namanya "kehilangan" yang menyebabkan kerugian, kesedihan, bahkan dukacita. Ada yang pernah kehilangan dompet berisi uang dan surat-surat penting, kehilangan harta dan barang berharga, kehilangan pekerjaan, kehilangan kesempatan yang tak terulang ataupun kehilangan sahabat dan orang yang dikasihi. Tetapi kabar baik diberikan kepada setiap manusia, bahwa jika kita setia di dalam Tuhan sampai akhir, kita tidak hanya disebut sebagai pemenang, tetapi kita akan MEMPEROLEH SEMUANYA.

Apa itu semuanya? Apa yang akan umat Tuhan peroleh lebih dari semua kehilangan yang pernah dialami di dunia ini. Umat Tuhan akan makan buah dari pohon kehidupan (Wahyu 2:7) dan tidak lagi tersentuh kematian (Wahyu 2:11). Mana yang tersembunyi, batu putih yang tertulis nama yang baru (Wahyu 2:17), kuasa atas segala bangsa dan bintang timur (Wahyu 2:26-28), berjalan bersama Yesus dengan memakai jubah putih penuh kemuliaan dan nama kita tidak akan dihapuskan dari buku kehidupan (Wahyu 3:4-5), semuanya itu akan menjadi bagian umat Tuhan. Bahkan umat tebusan itu akan menjadi soko guru Bait Suci Allah, dan akan duduk di atas tahkta bersama Yesus (Wahyu 3:12,21).

Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9). Apakah Anda tidak rindu memperoleh semua yang disediakan Yesus bagi kita? Marilah kita tetap setia di dalam-Nya. Tuhan memberkati selalu. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:7

Wahyu 21:7 (Bag.1) -- BARANG SIAPA MENANG, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Dalam sebuah perlombaan yang ada di dunia ini, pemenangnya hanya satu, walaupun ada juga juara dua, tiga dan juara harapan. Namun demikian, tetap saja yang dianggap sebagai sang juara, hanya urutan pertama. Ini sangat berbeda dengan perlombaan meraih kehidupan kekal, karena siapa saja bisa menjadi pemenang dan tidak ada urutan kedua ataupun ketiga. Itulah sebabnya Allah melalui buku Wahyu mengatakan "barang siapa menang".

Kehidupan kekal disediakan Allah untuk semua orang yang mau memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh Allah, yaitu persyaratan yang PASTI dapat dipenuhi oleh semua orang tanpa kecuali. Itulah sebabnya janji yang sama yaitu "barang siapa menang" diberikan juga kepada ketujuh jemaat yang menggambarkan jemaat Yesus di sepanjang sejarah sampai kesudahan. Yesus ingin semua orang selamat. Dia tidak menghendaki satu orangpun yang binasa karena dosa. Hanya orang yang dengan tekun memelihara iman di dalam Yesus yang akan menjadi para pemenang.

Paulus memberikan pernyataan: "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya." (2 Timotius 4:7-8)
Bagaimana dengan kita saat ini? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:6 (bag.3)

Wahyu 21:6 (Bag.3) -- Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari MATA AIR KEHIDUPAN.

Air adalah lambang kehidupan. Tanpa air dalam beberapa hari saja manusia akan mengalami banyak kesulitan, bahkan tidak mungkin bisa bertahan hidup di waktu yang lama. Sebagian besar aktifitas manusia sangat bergantung pada adanya air. Sumber air atau mata air adalah lambang kepedulian Tuhan bagi manusia. Ketika orang Israel kekuar dari Mesir dan mulai melintasi padang belantara, Allah menyediakan mata air, bahkan dari gunung batu untuk memenuhi kebutuhan sekitar 603.550 orang laki-laki berusia 20 tahun ke atas, belum termasuk perempuan dan anak-anak (Bil 1:45-46).

Haus, adalah lambang kerinduan manusia terhadap Allah. Pemazmur mengatakan: "Jiwaku haus kepada Allah yang hidup" (Mazmur 42:3). Allah, yaitu Alfa dan Omega, memberikan jaminan pemeliharaan bagi semua umat Tuhan yang akan hidup di dunia baru nanti, dengan menyediakan minum gratis dari mata air kehidupan yang tidak akan pernah kering, dan tidak mungkin akan berhenti mengalir. Mata air kehidupan melambangkan kasih Allah yang memberikan kepuasan dari kebutuhan manusia yang paling dalam sampai masa kekekalan.

Hanya Allah yang sanggup memberikan kepuasan bagi mereka yang haus akan keselamatan. Yesus menyatakan: Berbahagialah orang yang lapar dan HAUS akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Matius 5:6). Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:6 (bag.2)

Wahyu 21:6 (Bag.2) -- Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah ALFA DAN OMEGA, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

Ketika Yesus berkata bahwa Dia adalah Alfa (Wahyu 1:8) tidak hanya menunjukkan bahwa Dia adalah yang "awal", tetapi bahkan Dia adalah yang tidak memiliki awal. Dia sudah ada sebelum adanya perhitungan waktu, sebelum penciptaan alam semesta (Yohanes 1: 1). Dia sendiri adalah pencipta yang menyebabkan adanya segala sesuatu (Yohanes 1:2-3). Dan sebagai Omega, Dia bukanlah sekedar "akhir" karena Dia akan terus ada di masa depan yang abadi dan bahkan tanpa akhir. Dia tidak dibatasi oleh waktu.

Ketika Allah menyatakan diri sebagai "Alfa dan Omega" maka Allah yang kekal itu menunjukkan bahwa Dia memiliki eksistensi dan gelar yang sama dengan Yesus, yaitu sejak zaman kekekalan sampai zaman kekekalan yang tak berawal dan tak berakhir. Pernyataan itu di tulis sebagai pembuka dan penutup kitab Wahyu (1:8 & 22:13), yang berarti setiap janji yang terdapat dalam kitab nubuatan ini adalah benar dan pasti digenapi karena ditulis oleh Allah yang kekal, yang Maha Hadir. Segala sesuatu yang dimulai oleh Dia maka sampai pada akhirnya juga tetap bersama dengan Dia untuk dapat menikmati kehidupan baru di dunia yang baru.

Kita melihat betapa hebatnya Allah dalam merancang rencana keselamatan bagi manusia yang berdosa dunia ini. Dia tetap memegang kendali sepanjang sejarah untuk memastikan keselamatan bagi setiap orang yang percaya di dalam Dia (Yohanes 3:16). Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:6 (bag.1)

Wahyu 21:6  (Bag.1) -- Firman-Nya lagi kepadaku: "SEMUANYA TELAH TERJADI". Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan."

Ketika Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk mati di atas kayu salib, Dia berkata: "tetelestai" (Yohanes 19:30) yang artinya "sudah selesai" yang menunjukkan bahwa misi penebusan dan rencana keselamatan sudah digenapi, sudah digenapi. Kematiannya menjadi jaminan keselamatan bagi manusia yang percaya di dalam-Nya, sehingga menjadi manusia ciptaan yang baru (2 Korintus 5:17). Tetapi ketika Yerusalem baru sudah turun dari Sorga, dari Allah ke dunia yang baru saja diciptakan kembali, Allah berfirman: "ginomai" yang artinya "semua telah terjadi".

Kita melihat dalam hal ini, bahwa ada satu kesatuan misi dan aksi dari Yesus dan Allah dalam menyelamatkan manusia dan untuk mengakhiri keberadaan dosa di dunia dan seluruh alam semesta ini. Mengapa? Karena Yesus adalah Allah yang telah menjadi manusia (Yohanes 1:14). Allah dan Yesus adalah "satu" atau "esa" yang dalam bahasa Ibrani disebut dengan "ehad" . Bapa berfirman "ginomai" karena Tempat tinggal yang dijanjikan Yesus bagi umat-Nya (Yohanes 14:1-3) semua telah siap, dan kuasa dosa telah berakhir, semua unsur bumi yang lama dan penuh dosa telah dimusnahkan agar dapat diciptakan semua yang baru.

Ya, di Yerusalem baru yang merupakan pusat dunia baru, kehidupan yang baru siap di mulai, tanpa akhir.  "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya" ( Yohanes 1:12). Sudahkah kita menerima Yesus dan  percaya di dalamnya? Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:5

Wahyu 21:5 -- Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Sekilas, buku Wahyu seperti kumpulan  dongeng yang tidak karuan, yang sulit dimengerti apalagi untuk dipercaya. Tetapi buku ini bukan dongeng, karena pembawa berita isapan jempul akan dihukum oleh Allah (2 Petrus 2:3). Apalagi kitab terakhir dalam Alkitab ini, berani menyatakan bahwa dunia ini akan berlalu dan akam diciptakan kembali menjadi baru, yang bagi pemikiran dunia adalah tidak masuk akal (1 Krintus 2:14).

Ketika seorang raja di dunia ini sedang duduk di atas takhta dan bersabda, berarti apa yang dikatakannya adalah hal penting dan mutlak harus dilaksanakan. Dan pernyataan berikut ini adalah tepat dan benar serta dapat dipercaya, karena Allah yang duduk di atas takhta Sorga yang mengatakannya:"Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. (2 Petrus 3:13). Kita dapat meragukan apa kata orang di dunia berdosa ini, tetapi adalah kerugian dan kesalahan besar jika kita meragukan apa yang difirmankan Allah.

Banyak hal yang mengecewakan yang kita alami dalam hidup di dunia ini. Tetapi jika kita percaya akan janji-Nya, kita bisa berharap sepenuhnya akan adanya dunia baru, kehidupan baru yang penuh damai sejahtera, dimana terdapat kebenaran di dalamnya. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:4

Wahyu 21:4 -- Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.

Air mata? siapa di antara kita yang belum pernah menangis? Memang benar ada istilah "tangisan bahagia" karena kesuksesan yang dicapai, atau karena kabar gembira yang diterima. Tetapi tangisan sering kali berkonotasi negatif identik dengan dengan kesakitan, penderitaan, beban berat ataupun kematian. Semua peristiwa yang buruk itu bisa terjadi kepada siapapun juga di dunia ini tanpa memandang usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, pria maupun wanita. Bahkan seringkali di katakan bahwa hidup di dunia yang berdosa ini identik dengan penderitaan.

Tetapi kabar baik kita dapatkan dari buku Wahyu, bahwa kehidupan di dunia baru nanti sangat berbeda dengan kondisi di dunia lama di mana kita hidup sekarang ini. Itulah sebanya ayat kita hari ini menyatakan dengan tegas bahwa di dunia yang akan diciptakan kembali oleh Allah itu tidak satupun unsur lama di dalamnya "sebab segala sesuatu yang lama sudah berlalu". Berarti tidak akan ada lagi air mata kesedihan, kesakitan, perkabungan atau penderitaan dan bahkan penyesalan. Karena Yesus sumber kehidupan dan damai sejahtera yang telah menghapus semua air mata, akan diam di antara umat tebusan dan selalu bersama umat-Nya.

Alangkah indahnya kehidupan di dunia baru nanti. Bagaimana dengan Anda? Marilah kita tetap setia di dalam Tuhan, apapun yang terjadi, berapa banyakpun air mata yang harus tercurah saat ini, karena semua itu akan berlalu, dan diganti dengan damai sejahtera yang abadi. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:3

Wahyu 21:3 ---   Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

Dosa telah mengakibatkan manusia terpisah dari Sang Pencipta yang penuh kasih. Dosa telah membuat kehidupan yang sempurna menjadi penuh derita dan problema (Kejadian 3:16-19). Tetapi ada janji yang pasti bagi umat-Nya yang setia, bahwa kelak, di dunia baru, Allah akan tinggal beserta umat-Nya, tidak ada lagi dosa yang memisahkan, tidak ada kuasa lain yang dapat mengganggu keharmonisan umat tebusan, karena Yesus akan selalu ada di tengah-tengah umat-Nya.

Memang benar sekarangpun Yesus telah menyertai kita melalui kehadiran Roh Kudus (Yohanes 14:16). Tetapi nanti kita akan bersama Yesus secara nyata, muka dengan muka, sebagaimana Dia telah lakukan ketika kedatangan-Nya yang pertama sebagai seorang manusia "Sungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:23).

Apakah kita mau hidup bersama Yesus di dunia baru yang akan datang? Sekaranglah waktunya bagi kita, ketika masih hidup di dunia ini, untuk belajar terlebih dahulu hidup sesuai dengan teladan-Nya, supaya pola hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya (1 Yohanes 2:6). -- Krist.

Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 21:2

Wahyu 21:2 -- Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Yerusalem kuno disebut kota yang kudus (Yesaya 52:1). Kota itu berulang kali dihancurkan dan menjadi reruntuhan karena menolak amaran Tuhan dan nabi-nabi utusan Tuhan, yaitu ketika ditaklukan Nebukadnezar raja Babel, dan ketika dihancurkan oleh Titus dari Roma tahun 70 AD, seperti yang digambarkan Yesus (Matius 23:37). Paulus menyampaikan kondisi yang kontras Yerusalem di dunia ini dengan Yerusalem Sorgawi (Galatia 4:26), yang dirindukan oleh umat Tuhan sejak zaman Abraham (Ibrani 11:10). Kitab Wahyu memperkenalkan kota Yerusalem baru yang turun dari Sorga, dari Allah ke dunia yang sudah diciptakan kembali oleh Allah, yang akan menjadi pusat dunia ini, sebagai jawaban atas kerinduan semua umat Tuhan sepanjang sejarah.

Ketika kota itu turun, akan sangat berbeda dengan kota  Yerusalem yang sekarang ada. Kota itu sempurna dan penuh kemuliaan karena turun dari Sorga yang sempurna dan mulia. Begitu indahnya sehingga digambarkan dengan mempelai wanita yang berdandan dengan dandanan terbaik, yang telah dipersiapkan dengan sangat istimewa. Umat Tuhan yang tinggal di kota itu juga merupakan pengantin bagi Kristus yang telah berdandan dengan kain lenan yang melambangkan tabiat yang suci bagi Tuhan (Wahyu 19:8).

Yesus tidak mengundang dan tidak mengharuskan kita pergi ke kota Yerusalem yang ada di Timur Tengah sekarang. Tetapi Yesus menyediakan Yerusalem  baru, kota yang penuh kedamaian berlipat ganda, jika kita setia dan percaya di dalam Yesus. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 21:1

Wahyu 21:1 -- Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

Langit dan bumi yang baru? Apa maksudnya? Ya. Sebuah dunia yang benar-benar baru akan diciptakan kembali oleh Allah dengan segala sesuatu yang di dalamnya juga serba baru. Dunia yang lama dengan segala isinya yang telah rusak tercemar oleh dosa (Kejadian 6:12) sudah hancur dimusnahkan dengan api kemuliaan Yesus. Dan segala bentuk dosa tidak akan ada lagi di sana, yang ada hanyalah kebenaran Allah. "Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." (2 Petrus 3:13).

Laut dalam Alkitab memiliki konitasi yang negatif. Dunia porak poranda dan terpisah menjadi bagian-bagian yaitu pulau-pulau karena air bah meliputi bumi (Kejadian 7:11,19). Laut adalah lambang "pemisah"  sehingga untuk melewatinya diperlukan usaha, waktu dan biaya. Yohanes mengalaminya, ketika dia menuliskan kitab Wahyu, dia sedang berada di pulau Patmos yang terpisah jauh dari saudara-saudaranya serta tidak bisa bertemu umat Tuhan lainnya. Tetapi kabar baik dituliskan olehnya, bahwa di dunia baru nanti "tidak ada laut lagi", dalam arti tidak ada dosa yang menjadi jurang pemisah antara Tuhan dengan umat-Nya. Tidak ada pemisah di antara sesama umat Tuhan, karena semua akan tinggal memenuhi dunia baru sebagai sebuah keluarga besar  yang penuh kasih bersama Yesus. Di dunia yang baru tidak ada lagi perpisahan.

Alangkah indahnya dunia baru yang akan diciptakan Allah bagi kita itu. Adalah sebuah kerugian jika kita tidak sampai ke sana. Di dunia sekarang inilah, melalui tuntunan firman Tuhan, kita mempersiapkan diri untuk hidup di dunia baru itu. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 20:13

Wahyu 20:13 -- Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.

Kamatian adalah salah satu akibat dosa, dari debu tanah kembali kepada debu tanah dari mana manusia telah diciptakan Allah (Kejadian 3:19). Apapun penyebab orang mati, semua akan mengalami yang namanya kebangkitan kembali. Di manapun orang itu mengalami kematian dan apapun penyebabnya serta bagaimanapun kondisinya, tidak akan sanggup menghalangi kuasa Tuhan untuk membangkitkan setiap orang.

Kitab wahyu menyebutkan adanya dua macam kebangkitan: yaitu kebangkitan pertama (Wahyu 20:6) yang khusus  bagi semua umat Tuhan yang mati di dalam Tuhan, yang selama hidup menjadikan Tuhan yang utama dan menuruti firman-Nya. Mereka dibangkitkan dan diubahkan sehingga memiliki tubuh yang sempurna dan mulia untuk dibawa naik ke Sorga mulia (1 Korintus 15:51,52). Tetapi kebangkitan yang kedua adalah bagi semua orang jahat (Wahyu 20:5). Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah, yang mati di dasar lautpun akan dibangkitkan agar dapat melihat betapa muliannya Yesus yang mereka tolak dan betapa bahagianya mereka yang telah pengikut Yesus walaupun menderita. Akhirnya kebinasaan kekal menjadi bagian mereka (Wahyu 20:14-15).

Kebangkitan yang mana yang akan kita alami nanti, ditentukan bagaimana kita hidup dan bagaimana hubungan kita dengan Tuhan sebelum kita mati. Jika kita hidup setia dan mati di dalam Kristus, kita akan dibangkitkan dan peroleh hidup yang kekal bersama Yesus (1 Tesalonika 4:16,17). Sebaliknya jika seseorang memilih menolak kasih karunia-Nya, lautan api akan menjadi bagiannya (Wahyu 20:15). Pilihan ada pada setiap pribadi. Tuhan memberkati. --- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 20:10

Wahyu 20:10 -- dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Semua orang pasti pernah mendengar kata "neraka" dan tidak seorangpun mau berada di tempat itu. Neraka digambarkan oleh Alkitab sebagai tempat penghukuman terakhir bagi Setan, nabi palsu dan semua orang jahat yang dalam hidupnya menolak apa yang difirmankan Allah. Neraka digambarkan dengan lautan api dan belerang yang akan membakar dan menyiksa mereka siang dan malam sampai selama-lamanya (Wahyu 20:10,15). Dalam arti api dan belerang itu akan membakar sampai habis sampai tidak ada sisanya, sehingga tidak ada kemungkinan akan muncul lagi, karena neraka adalah kebinasaan kekal sebagai upah dari dosa (Roma 6:23).

Lalu apakah neraka sudah ada saat ini? Apakah orang jahat yang mati sudah mendapatkan siksaan di tempat itu? Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa peristiwa penghukuman bagi setan dan seluruh manusia jahat itu akan terjadi nanti, setelah masa seribu tahun. Api dari Sorga dan kemuliaan Yesus beserta para malaikat-Nya, dan rombongan orang kudus yang sedang turun mendekati bumi (Wahyu 20:9), akan membakar dan menghanguskan dunia serta segala isinya, karena Allah adalah api yang menghanguskan (Ibrani 12:29). Mengapa? Karena Allah akan membersihkan dunia ini dari segala unsur dosa, dan menciptakannya kembali menjadi langit dan bumi yang baru yang di dalamnya terdapat kebenaran (2 Petrus 3:12-13).

Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup (2 Petrus 3: 12). Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 20:7

Wahyu 20:7 --- Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya,

Alkitab adalah firman Tuhan yang dapat dipercaya dan melebihi semua buku dan karya tulis lain di dunia ini. Alkitab tidak hanya mencatat sejarah ribuan tahun yang lalu, tetapi juga memberikan gambaran nyata apa yang akan terjadi ribuan tahun yang akan datang. Setelah masa seribu tahun umat Tuhan hidup sebagai imam dan raja bersama Yesus di Sorga (Wahyu 20:6), setelah iblis dirantai dengan kesepian yang luar biasa di dunia ini, maka iblis akan dilepaskan dari rantai yang membelenggunya itu. Karena pada akhir masa itu semua orang jahat yang telah mati akan dibangkitkan kembali (Wahyu 20:5), sehingga setan bisa beraktivitas lagi untuk terakhir kalinya menggoda dan mempengaruhi serta menyesatkan mereka (Wahyu 20:8).

Untuk apa iblis dilepaskan dan semua orang jahat dibangkitkan kembali? Pada akhir seribu tahun, umat Tuhan akan turun dari Sorga ke bumi yang diperbarui (Wahyu 20:9). Setan tahu dengan pasti akan peristiwa itu, sehingga ia mengadakan usaha terakhir bersama semua orang jahat yang telah dibangkitkan: "Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka," (Wahyu 20:9). Mereka dibangkitkan untuk melihat kemuliaan Yesus bersama dengan umat-Nya turun dari Sorga. Yesus yang mereka tolak, dan umat Tuhan yang mereka benci. Tetapi kemuliaan yang mereka lihat itu seperti api yang menghanguskan yang justru membinasakan.

Masa depan terbentang dengan jelas melalui kitab Wahyu. Tinggal penerapan pribadi kita masing-masing, apakah kita memilih tetap setia di dalam Yesus, atau memilih jalan sendiri atau bahkan ikut apa kata orang. Semuanya  pasti ada konsekwensinya. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 20:6

Wahyu 20:6 - - Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Seribu tahun adalah kurun waktu yang sangat panjang. Kalau hidup manusia sekarang ini bisa mencapai sekitar seratus tahun, berarti sepuluh kali lipat yang akan umat Tuhan alami hidup bersama Tuhan di dalam kerajaan Allah. Dan seribu tahun itu hanyalah bagian yang sangat kecil dari kehidupan kekal yang Tuhan janjikan bagi umat-Nya dan maut tidak akan lagi berkuasa bagi mereka yang telah dibangkitkan dari antara orang mati saat sang juruselamat itu datang kembali yang kedua kalinya.

Apa yang akan umat Tuhan lakukan selama seribu tahun? Mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia. Imam adalah jabatan rohani yang membuat seorang imam begitu dekat dengan Tuhan karena setiap saat berkomunikasi dengan Tuhan, menjadi perantara manusia berdosa kepada Tuhan. Semua umat tebusan akan menjadi imam dalam arti mereka akan tinggal dekat bersama Yesus tanpa perantara. Menjadi raja dalam arti bersama dengan Yesus, umat tebusan itu secara bersama-sama mendapatkan wewenang untuk ikut menghakimi orang berdosa yang tidak selamat (1 Korintus 6:2), sehingga keadilan Allah akan terlihat nyata dalam pengadilan yang terbuka itu.

Yesus melarang kita untuk menghakimi sesama ketika hidup di dunia ini (Matius 7:1), karena  belum saatnya bagi kita untuk menjadi hakim bagi sesama. Jika kita setia di dalam Yesus, nanti, saatnya akan tiba, pada masa seribu tahun di Sorga, Tuhan akan melibatkan kita secara langsung dalam penghakiman bagi seluruh dunia, untuk membuktikan betapa adil dan benar setiap karya yang Tuhan lakukan. Tuhan memberkati. -- Krist

Renungan dari Kitab Wahyu 20:2

Wahyu 20:2 --  ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,

Setelah berhasil menjerat Hawa dan Adam ke dalam dosa yaitu melanggar hukum atau peraturan yang ditetapkan Allah di taman Eden, dengan memakan buah larangan (1 Yohanes 3:4), maka setan atau iblis, atau si ular tua atau naga itu memusatkan semua usahanya atas dunia ini selama ribuan tahun sampai sekarang. Setiap saat, siang dan malam, kuasa kejahatan itu berkerja keras mendakwa, menuduh, menjebak, menipu dan mencari kelemahan umat-umat Tuhan (Wahyu 12:10), berjalan keliling tanpa kenal lelah seperti singa yang lapar untuk memastikan semua keturunan Adam takluk di bawah kekuasaannya (1 Petrus 5:8).

Tetapi pada kenyataannya bumi dan segala isinya tetaplah milik Allah (Mazmur 24:1). Allah tetaplah penguasa alam semesta dan tidak satupun yang dapat merampas dari pada-Nya.  Itulah sebabnya, ketika semua umat Tuhan sudah diangkat ke Sorga (Wahyu 20:4), dan semua orang jahat mati di bumi ini (Wahyu 19:5), maka Tuhan menunjukkan kuasa-Nya dengan memberikan hukuman khusus pada Setan si penggoda dan penyesat itu dengan "mengikatnya" di dunia ini selama seribu tahun. Iblis hidup dalam  penderitaan karena sendirian di bumi yang sunyi sepi tanpa penghuni. Tidak ada lagi manusia yang dapat digoda dan dijerat ke dalam dosa. ia dirantai, diikat, dikurung dengan keadaan yang  membosankan tanpa aktivitas apapun selama seribu tahun, di bumi ini (Wahyu 20:3).

Allah adalah Allah yang penuh kasih tetapi juga Allah yang adil. Seperti yang dikatakan pemazmur: "Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman." (Mazmur 85:11). Dia memberi upah bagi yang setia pada-Nya, tetapi juga memberikan hukuman bagi setan dan para pengikutnya yang melawan dan menolak kasih-Nya. Sudahkah kita hidup dalam Kasih-Nya dengan menuruti semua perintah-Nya? (Yohanes 14:15) Tuhan memberkati.-- Krist

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...