Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 13:15

Wahyu 13:15 - Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "patung" berarti "tiruan bentuk". Patung adalah gambaran yang dibuat berdasarkan ciri-ciri dari aslinya. Jika binatang yang keluar dari laut (Wahyu 13:1-11) telah digunakan oleh iblis untuk melakukan tindakan yang melawan otoritas Allah dengan cara merubah hukum Allah dan hari Sabat serta menganiaya umat Tuhan, maka "patung binatang" adalah praktek yang sama yaitu tindakan yang melawan perintah-perintah Allah dan hidup berdasarkan sepuluh perintah Allah yang sudah dirubah,  serta beribadah TIDAK pada hari yang telah ditentukan oleh Allah dalam firman-Nya, yaitu hari Sabat.

"Patung binatang" adalah simbol perlawanan terhadap Allah. Bagi yang memilih tindakan itu sebagai kebenaran dan menghidupkannya, pada akhirnya akan menerima tanda perlawanan itu, yaitu tanda binatang di dahinya. Sedangkan setiap orang yang tidak turut dalam perlawanan terhadap hukum Allah itu tetapi menyatakan persetujuan dan dukungan, dan tetap menolak penurutan terhadap hukum-hukum Allah, pada akhirnya mereka akan menerima tanda itu di tangannya. Dengan demikian dua kelompok manusia itu dianggap melakukan penyembahan terhadap patung binatang.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mimiliki tanda milik Allah (Ibrani 4:9) dengan mengasihi Yesus serta menuruti semua perintah-Nya? (Yohanes 14:15). Jawaban ada pada kita secara pribadi. Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...