Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 13:18

Wahyu 13:18 -- Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Angka 6 "enam" di dalam Alkitab identik dengan "manusia" dimana Allah telah menjadikan manusia itu menurut gambar dan rupa Allah pada hari ke-enam sebagai puncak penciptaan yang sempurna (Kejadian 1:27,31). Enam juga merupakan jumlah hari yang ditentukan untuk bekerja dan beraktivitas bagi manusia, dan hari ketujuh ditentukan untuk beristirahat dari semua aktivitas dan digunakan untuk beribadah kepada Tuhan, sebagaimana Tuhan telah berhenti, memberkati dan menguduskan hari ketujuh yaitu hari Sabat (Kejadian 2:2,3).

Ketika manusia memilih untuk tidak setia, dan lebih mendengar apa yang dikatakan iblis di taman Eden (Kejadian 3:6), angka enam berubah makna, dari kesempurnaan menjadi ketidak sempurnaan. Dari kehidupan kekal, manusia beralih kepada "Upah dosa adalah maut." (Roma 6:23). Ketika manusia berusaha mencari keselamatan dengan ide dan cara sendiri dengan menyembah patung Nebukadnezar dengan ukuran tinggi 60 hasta dan lebar 6 hasta (Daniel 3:1)79, maka angka 66 menggambarkan karakter umat manusia yang sepakat memberontak terhadap Allah.

Di akhir zaman tidak hanya angka 6, atau bahkan 66, melainkan 666 atau "triple imperfection" atau ketidak sempurnaan rangkap tiga. Suatu gambaran tabiat manusia yang melawan Allah, yang mencari keselamatan dengan cara sendiri walaupun harus bertentangan firman Allah. Hanya mereka yang dengan tulus mengasihi Tuhan dengan menuruti semua perintah firman-Nya, yang tidak akan menerima tanda binatang itu. Bagaimana dengan kita hari ini? Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...