Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 16:4

Wahyu 16:4 --- Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

Malapetaka kedua yang begitu hebat yang merubah laut menjadi darah dan segala makluk di dalamnya mati, membuat semua orang pergi meninggalkan kota-kota-kota besar yang amis dan bau busuk dengan pemandangan laut yang mengerikan itu. Sementara mereka pergi ke luar kota menuju pelosok desa dan pegunungan, tiba-tiba Allah merubah semua air dan semua mata air yang ada di darat, yang merupakan sumber kehidupan itu menjadi darah. 

Penderitaan yang hebat terjadi karena sambil menahan rasa sakit akibat bisul yang semakin parah, mereka harus menahan haus yang tiada tara, karena airpun tidak ada lagi. Apakah Allah yang Maha Kasih itu telah berubah menjadi Allah yang kejam? Tidak!!! Allah tidak pernah berubah. Tetapi Yang Maha Kuasa itu juga Allah yang adil, yang memerintah berdasarkan hukum dan semua peraturan yang kekal. Justru malapetaka itu adalah bukti bahwa Allah adalah adil yang memberi pembalasan bagi orang-orang jahat sesuai dengan perbuatan mereka (Wahyu 16:5-7).

Jika kita memilih menerima Kasih-Nya dan hidup meneladani kehidupan Yesus (1 Yohanes 2:6), Tuhan akan meluputkan kita dari semua malapetaka itu, karena Ada Meterai Allah pada setiap umat-Nya. Pilihan ada pada kita secara pribadi. Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...