Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 18:21

Wahyu 18:21 --- Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi."

Batu kilangan digunakan untuk menggiling tepung atau memeras anggur di zaman Alkitab, yang biasanya ditarik oleh hewan atau orang yang kuat karena sangat berat, seperti hukuman yang dialami oleh Simson di tempat penggilingan (Hakim-hakim 16:21). Yesus pernah mengatakan bahwa, "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut." (Markus 9:42). Artinya, orang itu pasti mati tenggelam bersama batu kilangan yang berat itu dan tidak akan muncul kembali.

Kitab Wahyu memberitahukan akhir dari pemberontakan rohani yang dilakukan oleh Babel rohani dan semua orang yang mengikutinya, yaitu seperti batu kilangan yang dilemparkan ke dalam laut yang paling dalam dan tidak akan pernah timbul lagi. Tetapi itu adalah kiasan untuk menunjukkan bahwa hukuman dan kebinasaan yabg akan diberikan Tuhan adalah kebinasaan kekal, karena pada kenyataannya kelak, hukuman pada mereka yang melawan Allah adalah dilemparkan ke dalam lautan api, dibakar habis tanpa sisa (Wahyu 18:9).

Jika pada akhirnya adalah kebinasaan kekal, betapa hati-hatinya kita harus memilih jalan hidup di dunia ini. Jangan sampai kita menyesal pada akhirnya, karena kehidupan rohani yang kita percayai dan kita lakukan dengan sungguh-sungguh, ternyata adalah salah dan bertentangan dengan firman Tuhan. Segala sesuatu harus kita dasarkan pada kebenaran firman Tuhan (Mazmur 119:105). Tuhan memberkati. --Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...