Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 19:4

Wahyu 19:4 --- Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

Ibadah atau worship dilakukan dengan tindakan merendahkan diri di hadapan Allah. Kata yang diterjemahkan dengan "tersungkur" berasal dari dua kata Yunani "pipto peto" yang berarti turun ke posisi yang lebih rendah, atau membungkuk ke bawah untuk menghormati, mengakui dan tunduk pada yang memiliki posisi lebih tinggi. Dengan demikian yang dilakukan oleh kedua puluh empat tua-tua dan  keempat makluk yang ada di hadapan takhta Allah di Sorga itu, tidak sekedar tindakan merendahkan diri secara fisik, tetapi juga pengakuan bahwa Allah itu lebih dari mereka dalam segala perkara dan layak dihormati serta dituruti.

Bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita sudah beribadah kepada Allah dengan benar selama ini? Ingat, menyembah Allah tidak cukup dengan aktivitas fisik dengan bertelut, atau sekedar rutinitas menghadiri upacara ibadah di gereja maupun tempat ibadah lainnya. Ibadah haruslah merupakan tindakan "pipto peto" yaitu mengakui keberadaan Allah yang melebihi segala sesuatu, tunduk serta dengan segenap hati dan jiwa menuruti segala perintah firman-Nya. Seorang yang menyembah Allah, tidak akan memilah-milah mana  firman yang cocok dengan keinginan hati, tetapi total penyerahan dan penurutan terhadap kehendak Allah tanpa dalih.

Yesus mengingatkan kita saat ini, bahwa penyembahan kepada Allah adalah tindakan kasih dalam Penurutan. "Jikalau kamu mengasihi Aku, turutilah segala perintah-Ku" (Yohanes 14:15). Bagaimana dengan kita? Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...