Selasa, 22 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 21:27 (bag.1)

Wahyu 21:27 (Bag.1) - Tetapi TIDAK AKAN MASUK KE DALAMNYA SESUATU YANG NAJIS atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Allah adalah kudus, dan Dia menghendaki supaya manusia hidup kudus agar dapat hidup kekal bersama-Nya di dunia baru. "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu," (1 Petrus 1:15).
Mengapa harus menjadi kudus? Karena segala yang najis atau tidak kudus akan lenyap oleh api kemuliaan-Nya (2 Petrus 3:9-12). Kedatangan Yesus ke dunia ini  untuk memberi teladan hidup menurut  petunjuk firman-Nya, sehingga memungkinkan manusia untuk menjadi kudus, melalui jasa kematian-Nya di kayu salib (Efesus 5:26).

Alkitab memberikan contoh hal-hal yang najis dan merupakan kekejian di hadapan Allah, antara lain: memakan binatang yang haram (Imamat 11), perzinahan (Imamat 18:20), komunikasi dengan arwah dan roh-roh jahat (Imamat 19:31), penyembahan berhala (Yehezkiel 20:18), merusak kekudusan jemaat yaitu persekutuan umat Allah melalui ajaran palsu,(1 Korintus 3:16,17) dan lain-lain. Bahkan Yesus menyatakan bahwa kata-kata kotor dan hinaan, pelanggaran hukum Allah serta semua pikiran jahat adalah najis dan kekejian di pemandangan Allah (Matius 15:17-20).

Jika semua yang najis dan kekejian itu tidak akan masuk ke dalam dunia baru, maka: "kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan." (Ibrani 12:14). Dan kekudusan itu hanya dapat dilakukan oleh Yesus (1 Korintus 1:30). Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...