Selasa, 22 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 22:11

Wahyu 22:11 -- "Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, BIARLAH IA TERUS MENGUDUSKAN DIRINYA!"

Kebebasan memilih adalah hak dasar yang diberikan Allah kepada manusia. Seorang berbuat jahat bukan karena Tuhan menakdirkan orang itu menjadi jahat, tetapi karena dia telah memilih untuk berbuat jahat. Tuhan tidak pernah menentukan seseorang untuk hidup dalam kecemaran, tetapi itu adalah pilihan yang tanpa disadari akan membuat seseorang itu terjebak di dalamnya dan bahkan  menikmatinya. Pada akhirnya orang itu akan menjadi terbiasa dan sulit untuk meninggalkan kehidupan yang tercemar itu.

Kitab Wahyu diberikan untuk akhir zaman sebagai suatu penuntun bagaimana hidup dengan benar dan memelihara hidup tetap kudus di dalam Tuhan. Semua nubuatan di dalamnya adalah peringatan bahwa Tuhan Yesus segera datang sebagai hakim yang adil. Dengan membaca, mendengar, merenungkan dan melakukan apa yang tertulis di dalamnya, manusia diingatkan adanya Injil yang kekal yang menjadi amaran terakhir bagi semua manusia di dunia ini. Kita diingatkan bahwa setiap orang harus memilih kepada siapa akan beribadah, bagaimana harus menyembah Sang Pencipta pada hari Sabat sebagai peringatan penciptaan. Pada akhirnya setiap orang harus mempertanggung jawabkan pilihan itu di depan pengadilan Tuhan (Wahyu 14:6,7).

Pilihan selalu ada bagi kita setiap saat. Tetapi ingat, apapun pilihan kita, harus dipertanggung jawabkan di depan pengadilan Tuhan. "...Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"(Yosua 24:15). Bagaimana dengan Anda? Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...