Selasa, 22 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 22:19

Wahyu 22:19 -- "Dan jikalau seorang MENGURANGI sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Sadarkah kita bahwa hanya dengan mengurangi satu kata saja, sebuah pesan penting bisa menjadi salah dan menyesatkan? Apalagi jika yang dikurangi adalah kata-kata dari firman Tuhan, termasuk kitab Wahyu yang berisi peristiwa yang akan datang, pasti akan banyak orang tersesat dan binasa. Contoh perkataan Yesus tentang kudusnya pernikahan: "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, TIDAK BOLEH diceraikan manusia." (Matius 19:6). Hanya cukup mengurangi satu kata saja yaitu kata "TIDAK" maka pesannya menjadi jauh berbeda menjadi: "BOLEH diceraikan manusia".

Mengurangi yang dimaksud dalam ayat ini, tidak hanya menghilangkan "kata" di dalam Alkitab, tetapi juga tindakan menutupi sebagian kebenaran yang isinya bisa jadi berupa tamparan keras dari Tuhan. Atau tindakan yang dengan sengaja hanya menyampaikan apa yang menyenangkan dan cocok dengan pemikiran sendiri, itu juga termasuk dalam kategori penyesatan. Dan Yesus tidak main-main dengan hal ini. Bagi siapa saja yang berani mengurangi, menghilangkan, menutupi sebagian atau bahkan mengaburkan pesan firman-Nya, akan kehilangan kehidupan kekal. Tidak ada keselamatan bagi mereka yang ada adalah kebinasaan kekal.

Kalau begitu, sikap yang bagaimanakah yang paling tepat harus kita lakukan? Turuti apa adanya semua firman Tuhan sebagai suatu kebenaran (Yoh 17:17). Roh Kudus akan menolong kita untuk melakukannya. Karena dengan menambah atau mengurangi firman Tuhan, berarti kita melawan Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...