Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 14:14

Wahyu 14:14  Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

Anak Manusia duduk di atas awan adalah gambaran dari Yesus yang akan datang kembali dari "atas" atau Sorga menuju ke "bawah" yaitu dunia ini. Namun kedatangan-Nya kali ini berbeda dengan ketika Yesus datang pertama sebagai seorang bayi kecil yang terbaring di atas palungan dan dibungkus dengan kain lampin (Lukas 2:12). Dia datang sebagai raja di atas segala raja dan tuan di atas segala tuan (Wahyu 19:16) dengan mahkota emas di atas kepala-Nya.

Tetapi mengapa Yesus membawa sabit yang tajam di tangan kanan-Nya? Karena waktu panen atau penuaian sudah tiba. Kesempatan bagi semua manusia untuk menentukan pilihan, sudah berakhir. Belas kasihan-Nya yang menunda kedatangan-Nya untuk memberi keselamatan umat manusia untuk bertobat harus berakhir (2 Petrus 3:9), karena keadilan dan kebenaran-Nya harus ditegakkan. Sudah waktunya upah diberikan bagi yang setia kepada-Nya (Ibrani 11:6), dan di waktu yang sama penghukuman tidak bisa dihindarkan bagi mereka yang memilih menentang Yesus dan kebenaran-Nya (2 Tesalonika 1:8).

Sabit sudah di tangan raja di atas segala raja, dan siap untuk diayunkan, karena hari penuaian sudah dekat (Wahyu 14:15). Jika hari itu tiba, sudah siapkah kita menyambut kedatangan-Nya? Tuhan memberkati. --- KristWahyu 14:14  Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

Anak Manusia duduk di atas awan adalah gambaran dari Yesus yang akan datang kembali dari "atas" atau Sorga menuju ke "bawah" yaitu dunia ini. Namun kedatangan-Nya kali ini berbeda dengan ketika Yesus datang pertama sebagai seorang bayi kecil yang terbaring di atas palungan dan dibungkus dengan kain lampin (Lukas 2:12). Dia datang sebagai raja di atas segala raja dan tuan di atas segala tuan (Wahyu 19:16) dengan mahkota emas di atas kepala-Nya.

Tetapi mengapa Yesus membawa sabit yang tajam di tangan kanan-Nya? Karena waktu panen atau penuaian sudah tiba. Kesempatan bagi semua manusia untuk menentukan pilihan, sudah berakhir. Belas kasihan-Nya yang menunda kedatangan-Nya untuk memberi keselamatan umat manusia untuk bertobat harus berakhir (2 Petrus 3:9), karena keadilan dan kebenaran-Nya harus ditegakkan. Sudah waktunya upah diberikan bagi yang setia kepada-Nya (Ibrani 11:6), dan di waktu yang sama penghukuman tidak bisa dihindarkan bagi mereka yang memilih menentang Yesus dan kebenaran-Nya (2 Tesalonika 1:8).

Sabit sudah di tangan raja di atas segala raja, dan siap untuk diayunkan, karena hari penuaian sudah dekat (Wahyu 14:15). Jika hari itu tiba, sudah siapkah kita menyambut kedatangan-Nya? Tuhan memberkati. --- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...