Wahyu 14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
Anak Manusia duduk di atas awan adalah gambaran dari Yesus yang akan datang kembali dari "atas" atau Sorga menuju ke "bawah" yaitu dunia ini. Namun kedatangan-Nya kali ini berbeda dengan ketika Yesus datang pertama sebagai seorang bayi kecil yang terbaring di atas palungan dan dibungkus dengan kain lampin (Lukas 2:12). Dia datang sebagai raja di atas segala raja dan tuan di atas segala tuan (Wahyu 19:16) dengan mahkota emas di atas kepala-Nya.
Tetapi mengapa Yesus membawa sabit yang tajam di tangan kanan-Nya? Karena waktu panen atau penuaian sudah tiba. Kesempatan bagi semua manusia untuk menentukan pilihan, sudah berakhir. Belas kasihan-Nya yang menunda kedatangan-Nya untuk memberi keselamatan umat manusia untuk bertobat harus berakhir (2 Petrus 3:9), karena keadilan dan kebenaran-Nya harus ditegakkan. Sudah waktunya upah diberikan bagi yang setia kepada-Nya (Ibrani 11:6), dan di waktu yang sama penghukuman tidak bisa dihindarkan bagi mereka yang memilih menentang Yesus dan kebenaran-Nya (2 Tesalonika 1:8).
Sabit sudah di tangan raja di atas segala raja, dan siap untuk diayunkan, karena hari penuaian sudah dekat (Wahyu 14:15). Jika hari itu tiba, sudah siapkah kita menyambut kedatangan-Nya? Tuhan memberkati. --- KristWahyu 14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
Anak Manusia duduk di atas awan adalah gambaran dari Yesus yang akan datang kembali dari "atas" atau Sorga menuju ke "bawah" yaitu dunia ini. Namun kedatangan-Nya kali ini berbeda dengan ketika Yesus datang pertama sebagai seorang bayi kecil yang terbaring di atas palungan dan dibungkus dengan kain lampin (Lukas 2:12). Dia datang sebagai raja di atas segala raja dan tuan di atas segala tuan (Wahyu 19:16) dengan mahkota emas di atas kepala-Nya.
Tetapi mengapa Yesus membawa sabit yang tajam di tangan kanan-Nya? Karena waktu panen atau penuaian sudah tiba. Kesempatan bagi semua manusia untuk menentukan pilihan, sudah berakhir. Belas kasihan-Nya yang menunda kedatangan-Nya untuk memberi keselamatan umat manusia untuk bertobat harus berakhir (2 Petrus 3:9), karena keadilan dan kebenaran-Nya harus ditegakkan. Sudah waktunya upah diberikan bagi yang setia kepada-Nya (Ibrani 11:6), dan di waktu yang sama penghukuman tidak bisa dihindarkan bagi mereka yang memilih menentang Yesus dan kebenaran-Nya (2 Tesalonika 1:8).
Sabit sudah di tangan raja di atas segala raja, dan siap untuk diayunkan, karena hari penuaian sudah dekat (Wahyu 14:15). Jika hari itu tiba, sudah siapkah kita menyambut kedatangan-Nya? Tuhan memberkati. --- Krist
Pendalaman Alkitab secara pribadi adalah sangat penting di zaman ini untuk mempersiapkan diri kita menghadapi masa krisis di akhir zaman yang dipenuhi dengan banyak ajaran palsu dan menyesatkan. Dengan demikian kita bisa tetap setia pada Yesus dan kebenaran-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 22:14 -- Berbahagialah mereka yang MEMBASUH JUBAHNYA . Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-...
-
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 10:9 -- Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar