Senin, 21 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 15:7

Wahyu 15:7 -- Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya.

Dua puluh empat tua-tua yang merupakan perwakilan umat Tuhan dari segala zaman yang ada di hadapan takhta Allah tu, membawa kecapi untuk mengiringi persembahkan pujian  kepada Allah dan Anak Domba. Mereka juga membawa cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus (Wahyu 5:8). Tetapi akan ada saatnya ketika cawan emas itu tidak lagi berisi doa-doa, melainkan berisi murka Allah.  Akan ada masanya ketika Tuhan tidak lagi mendengar setiap doa, yang ada adalah jawaban doa dari Umat-umat Tuhan yang sudah dipanjatkan selama berabad-abad: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" (Wahyu 6:10).

Akan ada masanya setiap kejahatan akan mendapatkan balasannya. Itulah sebabnya Tuhan mengajarkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (1 Petrus 3:9), karena pembalasan adalah hak Tuhan (Ibrani 10:30). Kepada bangsa Israel Tuhan berfirman: "Dan jikalau kamu dalam keadaan yang demikianpun tidak mendengarkan Daku, dan hidupmu tetap bertentangan dengan Daku, maka Akupun akan bertindak keras melawan kamu dan Aku sendiri akan menghajar kamu tujuh kali lipat karena dosamu," (Imamat 26:27,28).

Bukankah sekarang waktunya bagi kita untuk "selalu berdoa"? (1 Tesalonika 5:17). Jangan lewatkan setiap jam-jam indah untuk berdoa. Karena ada waktunya doa-doa tidak akan didengar lagi, ketika hari pembalasan Tuhan itu tiba. Tuhan memberkati. --- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...