Selasa, 22 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 21:23

Wahyu 21:23 --- Dan kota itu TIDAK MEMERLUKAN MATAHARI dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Selain sebagai penanda antara siang dan malam dan dasar untuk perhitungan tahun serta musim (Kejadian 1:14-18), sinar matahari juga sangat dibutuhkan untuk kehidupan tumbuhan, binatang dan juga manusia. Tanpa sinar matahari, maka tumbuhan tidak bisa berfotosintes sehingga menjadi kerdil dan mati. Tanpa tumbuhan binatang akan mati, dan manusia akan mati juga, karena tidak ada makanan serta oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan itu. Tanpa sinar matahari, maka kehidupan manusia juga akan kacau, yaitu hidup dalam kegelapan.

Tetapi di dunia baru, di kota Yerusalem baru nanti, keberadaan matahari sebagai penguasa siang dan bulan sebagai penguasa malam, tidak diperlakukan. Walaupun semua itu ada dan kelihatan, tetapi tidak memiliki arti dan fungsi yang signifikan. Hal itu disebabkan, sumber dari segala sumber terang, sumber dari segala sumber energi hadir dan tinggal bersama umat-Nya di kota suci itu. Kehadiran Allah dan Anak Domba, yaitu Yesus Sang Pencipta, membuat ciptaan sehebat dan seindah apapun menjadi tidak berarti.

Itulah sebabnya di akhir zaman ini, Injil yang kekal harus dikumandangkan ke seluruh dunia yaitu ajakan untuk "hanya menyembah dan beribadah kepada Sang Pencipta" (Wahyu 14:6,7). karena itulah yang akan dilakuka oleh umat-umat Tuhan dalam kehidupan kekal nanti. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita beribadah hanya pada Sang Pencipta? Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...