Selasa, 15 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 3:19

Wahyu 3:19 
"Barangsiapa KUKASIHI, ia KUTEGOR dan KUHAJAR; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!"

Tidak ada seorangpun yang suka ditegor, dan itu adalah sifat alamiah manusia berdosa. Apalagi jika tujuan memberikan teguran itu adalah untuk menghakimi dan suatu kesengajaan untuk mempermalukan orang lain. Teguran yang tanpa dasar dan dilandasi rasa benci semacam itu bukan cara Yesus. Kalau begitu apakah kita membiarkan kesalahan terjadi begitu saja dilakukan di depan kita? Tidak. Tetapi untuk menegor orang lain diperlukan bukti yang lengkap dan akurat, dengan cara yang tepat dan motif yang benar (2 Timotius 4:2). Kalau tidak justru kita terjebak dalam dosa. Ingat, kita juga manusia berdosa, yang bisa jadi tidak lebih baik dari orang tersebut.

Apakah jika kita memberikan teguran atau bahkan memberikan disiplin pada orang yang melanggar peraturan, itu berarti kita tidak mengasihi? Tidak. Karena kasih tidak meniadakan hukum atau peraturan. Justru salah satu bentuk kasih Yesus pada umat-Nya adalah menegurnya ketika bersalah dan bahkan "menghajarnya" memberinya disiplin atau bahkan rotan (Amsal 23:14), agar umat kesayangan-Nya itu segara menyadari kesalahan dan menjadi baik kembali. Yesus tidak ingin satupun dari umat-Nya kehilangan keselamatan dan binasa. Itulah sebabnya Dia memberi teguran bahkan hajaran untuk menolong kita tetap berjalan dalam "rel" yang benar sesuai dengan peraturan dalam firman-Nya.

Jika Tuhan menegor dan menghajar kita, baik melalui firman-Nya ataupun peraturan gereja-Nya, itu berarti Tuhan mengisihi kita.  Dia ingin kita tidak hanya selamat tetapi agar kita kuat dan semakin dimurnikan untuk menjadi terang dan berkat bagi dunia ini. Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...