Selasa, 22 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 22:3

Wahyu 22:3 --Maka tidak akan ada lagi laknat. TAKHTA ALLAH DAN ANAK DOMBA akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

Takhta yang dalam bahasa Yunani disebut "thronos" adalah sebutan untuk kursi yang diduduki oleh raja atau yang memegang kukuasaan untuk memerintah. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa pemerintahan alam semesata berpusat di Sorga. Dan di atas takhta Sorga itu duduklah Allah dan Anak Domba, yaitu Yesus. Jika Anak Domba duduk di atas satu takhta dengan Allah Bapa, apa yang dapat kita simpulkan? Yesus, Sang Anak Domba layak untuk disembah, dan kepada-Nya semua makluk di alam semesta akan beribadah.

Yesus yang sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Kolose 3:1) tidak lagi mengenakan tubuh yang dapat binasa sebagai manusia, Dia sudah naik ke Sorga, kembali ke takhta yang telah Dia tinggalkan selama menjadi manusia dalam menjalankan misi ke selamatan bagi manusia yang berdosa di dunia ini (Filipi 2:5-8). Tetapi mengapa kita harus menyembah Yesus? Bukankah menyembah ciptaan adalah dosa? Dan bukankah semua orang yang menang juga akan duduk di atas takhta Yesus? (Wahyu3:21) Ingat, Yesus, Sang Firman itu adalah Sang Pencipta (Yohanes 1:1-3). Setelah naik ke Sorga Dia telah kembali ke takhta-Nya sebagai Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja (Wahyu 17:14).

Jika Yesus, Sang Anak Domba yang duduk di atas takhta bersama dengan Allah Bapa, adalah Sang Pencipta dan juga Dia adalah Tuan di atas segala tuan, bahkan Raja alam semesta, masih adakah keraguan bagi kita untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya? Karena semua yang hidup di dunia baru nanti, pasti akan beribadah kepada-Nya. Tuhan memberkati. --- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...