Rabu, 16 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 8:12

Wahyu 8: 12 --- Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari.

Sebagai benda-benda penerang, matahari, bulan dan bintang yang bersinar adalah lambang kasih sayang dan berkat Tuhan bagi umat-Nya (Yesaya 30:26). Sebaliknya, ketika  benda-benda langit itu ditutup dan menjadi gelap, melambangkan penghakiman dan hukuman Allah pada orang-orang jahat (Yehezkiel 32:7,8). Sepertiga matahari, sepertiga bulan dan sepertiga bintang menjadi gelap melambangkan kondisi yang mengerikan akibat dari penghukuman Allah bagi manusia yang melawan Dia.

Sangkakala keempat (Wahyu 8:12) adalah terjadinya kegelapan rohani, sebuah abad kegelapan yang mengerikan sebagai akibat ketidak hadiran injil karena gereja telah menolak  Injil yang benar dan menggantinya dengan ajaran manusia dan tradisi kekafiran. Alkitab dilarang dibaca bahkan dimusnahkan, sehingga manusia mulai mengagungkan akal dan ajaran manusia. Tindakan itu adalah bentuk perlawanan manusia terhadap Allah, sehingga manusia hidup dalam kegelapan.

Jangan pernah mengantikan firman Tuhan dengan "reason" atau akal budi kita sendiri, karena selain mengakibatkan buta rohani bagi kita sendiri, lebih jauh akan menyeret orang lain tersesat dan terjerumus dalam kebinasaan. Ingat ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 14:12). Tuhan memberkati. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...