Rabu, 16 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 9:1

Wahyu 9:1 -- Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Bintang jatuh melambangkan kejatuhan Iblis ke dalam dosa pemberontakan sehingga diusir dari Sorga menuju bumi (Lukas 10:18). Walaupun Setan yaitu abadon atau apolion yang berarti destroyer atau perusak (Wahyu 9:11), telah menguasai dan merusak bumi dengan kegelapan dosa, tetapi kekuasaannya dibatasi. Bagaikan ekor kalajengking yang menyengat tetapi tidak membunuh (Wahyu 9:5), demikian juga pasukan belalang yang melambangkan kekuasaan Otoman itu telah menguasai Eropa tetapi tidak boleh menghancurkan umat Allah yang memiliki meterai Kristus (Wahyu 9:2-4).

Akibat dari kemurtadan besar di abad kegelapan, maka Ateisme, sekularisme bertumbuh dengan pesat dan telah menggantikan peranan dari gereja. Itulah sebabnya Tuhan menghakimi dengan mengijinkan pasukan belalang Otoman yang mengalami masa kejayaan selama 150 tahun  atau lima bulan nubuatan telah menjadi pengganggu dan perusak di wilayah Eropa (Wahyu 9:10). Tetapi pada masa itu umat Tuhan terlindung. Reformasi mendapat kesempatan untuk berkembang dan terlindung dari usaha jahat pemimpin-pemimpin gereja dan negara yang sibuk berkonsentrasi menghadapi gangguan dari pasukan Otoman.

Tuhan memiliki banyak cara untuk melindungi umat-Nya. Tuhan bisa menggunakan apa saja untuk menjaga umat-Nya. Satu hal yang harus kita lakukan adalah mengijinkan Allah memeteraikan kita menjadi milik-Nya. Tuhan memberkati. --- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...