Rabu, 16 Oktober 2019

Renungan dari Kitab Wahyu 8:2

Wahyu 8:2 -- Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan TUJUH SANGKAKALA.

Sementara  Yohanes melihat  jauh ke masa depan, yaitu ketika Yesus membuka meterai ketujuh,  yang berarti waktu kedatangan Yesus yaitu  puncak pengharapan umat Tuhan, sudah ditetapkan, Yohanes tiba-tiba dibawa kembali untuk melihat pergumulan orang-orang kudus yang berdoa siang dan malam dalam menghadapi tantangan dan aniaya karena injil Kristus. Mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?" (Wahyu 6:10).

Tuhan memberikan jawaban doa-doa mereka dengan tiuapan tujuh sangkala. Mengapa tujuh? Itu berarti sempurna. Karya Tuhan pasti sempurna, terbaik dan tidak mungkin salah. Apa yang terjadi? Pedupaan emas yang semula berisi doa-doa orang kudus, sekarang diisi dengan api yang melambangkan murka dan penghukuman dari Tuhan. Jawaban doa orang-orang kudus itu berupa penghakiman Allah yang menyebabkan kebinasaan orang jahat di bumi ini (Wahyu 8:5). Pembukaan tujuh meterai adalah intervensi Allah untuk menjaga dan melindungi umat-Nya yang teraniaya karena Injil. Tetapi di waktu yang sama ada tujuh sangkakala yang ditiup yang merupakan tindakan Allah sebagai jawaban doa umat-Nya untuk memberikan hukuman bagi mereka yang menolak Injil.

Bukankah Allah kita adalah Allah yang adil? Dia tidak hanya melindungi umat-Nya, tetapi tepat pada waktu-Nya dan sesuai dengan cara-Nya juga pasti memberikan pembalasan bagi yang menganiaya umat Tuhan dan yang menolak injil kebenaran-Nya. Tuhan, melaui Rasul Paulus mengajarkan kepada kita untuk tidak balas dendam atau membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17), karena Pembalasan adalah Hak Tuhan (Roma 12:19). Tuhan memberkati kita. -- Krist

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...