Ringkasan Sekolah Sabat, Triwulan III, 2019 - Pel.12
MENCINTAI BELAS KASIHAN
PENDAHULUAN:
"Kasihan" adalah perasaan iba, ikut merasa sedih ketika melihat orang lain menderita. Tetapi "Belas Kasihan" atau "mercy" adalah tindakan nyata dari apa yang dirasakan.
Semua orang bisa memiliki rasa kasihan, tetapi tidak semua orang dapat menghidupkan belas kasihan, seperti yang Yesus lakukan.
I. KERAJAAN ALLAH SEBAGAI PRIORITAS:
a. Setiap orang membutuhkan makanan, minuman, pakaian dan semua kebutuhan sehari-hari. Tetapi ada yang lebih penting dari itu semua yaitu hidup (Matius 6:25).
b. Jika umat Tuhan mencari terlebih dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya sebagai prioritas utama hidupnya, maka semua yang kita butuhkan akan ditambahkan Allah bagi umat-Nya (Matius 6:33)
c. Umat Tuhan yang prioritaskan kerajaan Allah, akan lebih menprioritaskan Allah dari pada manusia (Kisah 5:29).
d. Ketaatan kepada Tuhan juga harus dibuktikan dengan taat pada pemerintah dengan membayar kuajiban termasuk pajak (Matius 22:21).
II. BELAS KASIHAN YANG MELELAHKAN:
Fakta bahwa dunia dipenuhi dengan sukacita, kemiskinan dan penderitaan. Diperlukan banyak energi, emosional dan keuangan kita, sehingga melelahkan dan sulit dilakukan: Ada hal-hal praktis sebagai bentuk belas kasihan:
a. Doa adalah tindakan praktis. Kita dapat mendoakan semua orang yang menghadapi banyak masalah, termasuk raja dan para pembesar dalam menjalankan tugas mereka yang penuh tantangan (lihat 1 Tim. 2:1,2),
b. Dengan tuntunan Allah umat Tuhan harus mencari cara terbaik dalam memberikan pertolongan pada orang lain disekitar kita (lihat Ams. 2:7,8).
c. Apa yang kita ingin orang lain perbuat saat kita menderita, kita harus lakukan hal yang sama pada orang lain (Mat. 7:12).
d. Tuhan berbelaskasihan atau bermurah hati pada semua orang tanpa menuntut balas. Maka kita sebagai milik-Nya juga harus selalu berdoa agar disanggupkan untuk berbelaskasihan tanpa rasa bimbang (Yakobus 1:5-8). Tidak cukup hanya kasihan, perlu tindakan nyata (Yakobus 2:15,16).
III. BELAS KASIHAN NYATA DALAM KEDERMAWANAN:
a. "Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita" (2 Kor. 9:7), kedermawanan atau murah hati adalah sebuah aspek penting dari kehidupan Kristen.
b. Kedermawanan adalah bentuk belas kasihan antara lain dengan memberi pinjaman dan melakukan urusannya dengan sewajarnya (Mzm. 112:5).
c.Kedermawanan tidak sekedar berbuat baik, tetapi perbuatan baik yang disertai kebijaksanaan berdasarkan pengetahuan yang benar di dalam Kristus (Filemon 1:6).
d. Kedermawanan tidak diukur dengan besarnya pemberian tetapi "nilai pengorbanan" yang dilakukan dengan tulus dan sukacita baik untuk pekerjaan Tuhan maupun untuk sesama (Mrk. 12:41-44).
IV. SEORANG YANG BERBELAS KASIHAN, DIA PEMBAWA DAMAI:
a. Hanya mereka yang suka membawa damai yang dapat mempraktekan kehidupan yang berbelas kasihan (Matius 5:9), di dunia yang semakin kacau dan penuh kesulitan di akhir zaman
(Markus 13:7)
b. Lebih dari itu kita berkewajiban mengabarkan Injil Yesus yang telah mendamaikan kita dengan Allah, agar manusia berdosa dapat juga didamaikan dengan sang Pencipta (2 Kor. 5:18-21).
c. Pembawa damai kebutuhan mendesak yang sangat dinantikan oleh dunia saat ini (Yesaya 52:7), seperti yang diajarkan Yesus yang berdamai dengan semua saudara bahkan mengasihi musuh, tidak menyimpan dendam (Mat. 5:21-26), dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita (Mat. 5:43-48).
V. BERBELAS KASIHAN: SUARA BAGI YANG TIDAK BERSUARA:
a. Salomo menuliskan bahwa "ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara" (Pkh. 3:7). Tetapi untuk orang-orang tertindas belas kasihan kita tidak boleh diam.
b. Umat Tuhan harus terus bersuara melalui tindakan belas kasihan yang nyata, sehingga Yesus semakin dikenal oleh dunia, karena kita adalah surat Kristus yang hidup (2 Korintus 3:3).
c. Sebagai kaki dan tangan Tuhan, umat kristen seharusnya berlaku keadilan untuk orang yang diperas, memberi roti pada yang lapar, membebaskan yang terkurung, menjadi berkat bagi orang yang lemah, orang asing, anak yatim dan janda (Mzm. 146:6-10). Itulah puasa yang dikehendaki Tuhan (Yesaya 58:1-10).
d. Sering kali belas kasihan yang kita lakukan, disalah mengerti orang lain, sehingga mendatangkan penderitaan bagi kita. Tetapi harus berbahagia menderita karena berbuat baik (1 Ptr. 3:17).
KESIMPULAN
a. Belas kasihan adalah tindakan Kristus yang harus kita teladani (1 Yoh 2:6), bekerja bersama Allah menegakkan keadilan bagi yang tertindas dan membela perkara orang miskin di jemaat dan di sekitar kita (Mazmur 140:13).
b.Tindakan belas kasihan yang kita lakukan dengan sederhana kepada yang lapar, haus, memerlukan pakaian dan tumpangan dan hal sederhana lainnya, berharga di mata Yesus, bahkan seperti kita melakukannya pada Yesus (Matius 25:35,36,40).
c. Marilah kita, dengan pertolongan Roh Kudus, belajar kepada Yesus bagaimana hidup berbelas kasihan.
Selamat Sabat, selamat beribadah, Tuhan memberkati. -- Krist
Pendalaman Alkitab secara pribadi adalah sangat penting di zaman ini untuk mempersiapkan diri kita menghadapi masa krisis di akhir zaman yang dipenuhi dengan banyak ajaran palsu dan menyesatkan. Dengan demikian kita bisa tetap setia pada Yesus dan kebenaran-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 22:14 -- Berbahagialah mereka yang MEMBASUH JUBAHNYA . Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-...
-
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 10:9 -- Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar