Ringkasan Sekolah Sabat Triwulan III, 2019 - Pel. 13
"KOMUNITAS PARA PELAYAN"
PENDAHULUAN
Pelayan adalah mereka yang melayani, bukan dilayani. Yesus memanggil kita menjadi bagian dari gereja-Nya untuk melayani, seperti Dia datang ke dunia untuk melayani. Seharusnya kita saling memperhatikan, saling mendorong dalam kasih dan kebaikan (Ibrani 10:23,24).
I. KOMUNITAS PARA PELAYAN: ADALAH AGEN PERUBAHAN
a. Umat Allah dipanggil tidak hanya untuk diselamatkan, tetapi membawa kabar yang harum tentang keselamatan di dalan Yesus ke segala tempat (2 Kor 2:14-16).
b. Untuk misi itu, umat Allah harus terlebih dahulu mempersembahkan tubuh mereka sebagai persembahan yang hidup (Roma 12:1).
c. Dengan menjadikan Yesus sebagai kepala dan meneladani kehidupan Yesus, maka umat Allah sebagai tubuh Kristus diberi kesanggupan menjadinagen perubahan sesuai kesanggupan dan karunia kita (1 Kor 12:12-20).
d. Misi utama agen Kristus adalah untuk duta perdamaian bagi sesama manusia, dan manusia dengan Allah (2 Kor 5:18-20).
II. KOMUNITAS PARA PELAYAN: ADALAH UMAT SISA YANG HIDUP SEBAGAI HAMBA.
a. Yang dituntut dari hamba adalah penurutan (Wahyu 22:9). Umat Allah yang melayani sebagai hamba, adalah mereka yang dengan tulus menuruti seluruh hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus (Wahyu 12:17).
b. Seperti Musa, ketika Israel memberontak, Allah mau memindahkan janji Abraham bagi Israel kepada Musa dan keluarga (Kel 32:10), namun Musa tidak mementingkan diri dan menolak serta tetap memperjuangkan berkat itu bagi bangsanya (Kel 32:11-13). c. Seperti Musa, sebagai pemimpin, dia menempatkan diri sebagai hamba yang melayani umatnya,
dia rela mengorbankan keselamatannya untuk keselamatan bangsa yang dipimpinnya (Kel 32:32).
d. Komunitas para pelayan di akhir zaman adalah mereka yang tidak mementingkan diri (1 Kor 13:5), rendah hati dan menganggap orang lain lebih utama dari diri sendiri (Filipi 2:3).
III. KOMUNITAS PARA PELAYAN: MEMILIKI TUGAS MENJANGKAU JIWA-JIWA.
a. Menghidupkan iman kita dengan praktik kehidupan dituntut dari seorang pelayan (Yakobus 2:16,17), supaya orang melihat perbuatan baik itu dan memuliakan Allah (1 Petrus 2:12).
b. Komunitas para pelayan Tuhan, jangan berbantah dalam melakukan tugas pelayanan, supaya tidak menjadi cela tetapi menjadi terang (Filipi 2:15).
c. Komunitas para pelayan meneladani Yesus dalam hal rela berkorban untuk orang lain (1 Yoh 3:16-18).
d. Tetapi semua perbuatan baik itu tidak boleh melupakan hal yang terpenting untuk memberitakan hal Kerajaan Sorga yang telah kita terima dengan cuma-cuma (Mat 10:7,8).
III. KOMUNITAS PARA PELAYAN: MENGHIDUPKAN KASIH KARUNIA DI DALAM GEREJA.
a. Ayub menghidupkan kehidupan yang saleh jujur dan takut akan Allah, menjadi kesaksian tentang rahmat Allah bagi dunia (Ayub 1:8).
b. Jemaat sebagai komunitas pelayan bertanggung jawab untuk menghidupkan dan memberitakan hikmat Allah itu, tidak hanya pada dunia tetapi di saksikan penghuni Sorga (Efesus 3:10).
c. Jemaat sebagai komunitas para pelayan Tuhan, harus hidup dengan tertip, tidak kacau, karena Allah suka ketertiban (1 Korintus 14:33).
d. Komunitas para pelayan yaitu gereja Kristus adalah kasih karunia Kristus, dan semua anggota di dalamnya akan hidup saling mengasihi (Yoh 13:34,35).
IV. KOMUNITAS PARA PELAYAN: HIDUP SALING MENYEMANGATI Untuk PEKERJAAN BAIK:
a. Dengan cara saling menguatkan, saling menasehati dan memberikan dorongan untuk tetap setia bersekutu dan beribadah (Ibrani 10:23-25).
b. Dengan cara menyadari bahwa sebagai anggota tubuh kristus setiap orang memiliki karunia yang berbeda, dan sama penting di hadapan Allah (Roma 12:3-6).
c. Dengan cara tidak jemu-jemu berbuat baik pada semua orang terutama kepada yang seiman (Galatia 6:9,10).
KESIMPULAN:
a. Pelayanan yang kita lakukan kepada sesama itu sama dengan melayani Yesus. Itulah sebabnya kita dipanggil untuk melayani dengan tulus dan sepenuh hati (Efesus 6:6,7).
b. Komunitas para pelayan ini adalah milik Yesus dan dijaga oleh Yesus sebagai "bait-Nya" yang kudus. Barang siapa berusaha merusak atau mengganggu keharmonisan jemaat umat Allah, berarti melawan Allah. (1 Kor 3:16,17).
c. Nikmatilah keberadaan kita di komunitas para pelayan atau jemaat ini sebagai kasih karunia Yesus, sehingga hidup kita dipenuhi kebagiaan. (Wahyu 22:21).
Selamat Sabat, Tuhan memberkati.-
- Krist.
Pendalaman Alkitab secara pribadi adalah sangat penting di zaman ini untuk mempersiapkan diri kita menghadapi masa krisis di akhir zaman yang dipenuhi dengan banyak ajaran palsu dan menyesatkan. Dengan demikian kita bisa tetap setia pada Yesus dan kebenaran-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 3:19 "Barangsiapa KUKASIHI , ia KUTEGOR dan KUHAJAR ; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!" Tidak ada seorangp...
-
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 10:9 -- Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar