Selasa, 15 Oktober 2019

Ringkasan Sekolah Sabat Triwulan III, 2019 - Pel. 13
"KOMUNITAS PARA PELAYAN"

PENDAHULUAN
Pelayan adalah mereka yang melayani, bukan dilayani. Yesus memanggil kita menjadi bagian dari gereja-Nya untuk melayani, seperti Dia datang ke dunia untuk melayani. Seharusnya kita saling memperhatikan, saling mendorong dalam kasih dan kebaikan (Ibrani 10:23,24).

I. KOMUNITAS PARA PELAYAN: ADALAH AGEN PERUBAHAN
a. Umat Allah dipanggil tidak hanya untuk diselamatkan, tetapi membawa kabar yang harum tentang keselamatan di dalan Yesus ke segala tempat (2 Kor 2:14-16).
b. Untuk misi itu, umat Allah harus terlebih dahulu mempersembahkan tubuh mereka sebagai persembahan yang hidup (Roma 12:1).
c. Dengan menjadikan Yesus sebagai kepala dan meneladani kehidupan Yesus, maka umat Allah sebagai tubuh Kristus diberi kesanggupan  menjadinagen perubahan sesuai kesanggupan dan karunia kita (1 Kor 12:12-20).
d. Misi utama agen Kristus adalah  untuk duta perdamaian bagi sesama manusia, dan manusia dengan Allah (2 Kor 5:18-20).

II. KOMUNITAS PARA PELAYAN: ADALAH UMAT SISA YANG HIDUP SEBAGAI HAMBA.
a. Yang dituntut dari hamba adalah penurutan (Wahyu 22:9). Umat Allah yang melayani sebagai hamba, adalah mereka yang dengan tulus menuruti seluruh hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus (Wahyu 12:17).
b. Seperti Musa, ketika Israel memberontak, Allah mau memindahkan janji Abraham bagi Israel kepada Musa dan keluarga (Kel 32:10), namun Musa tidak mementingkan diri dan menolak serta tetap memperjuangkan berkat itu bagi bangsanya (Kel 32:11-13). c. Seperti Musa, sebagai pemimpin, dia menempatkan diri sebagai hamba yang melayani umatnya,
dia rela mengorbankan keselamatannya untuk keselamatan bangsa yang dipimpinnya (Kel 32:32).
d. Komunitas para pelayan di akhir zaman adalah mereka yang tidak mementingkan diri (1 Kor 13:5), rendah hati dan menganggap orang lain lebih utama dari diri sendiri (Filipi 2:3).

III. KOMUNITAS PARA PELAYAN: MEMILIKI TUGAS MENJANGKAU JIWA-JIWA.
a. Menghidupkan iman kita dengan praktik kehidupan dituntut dari seorang pelayan (Yakobus 2:16,17), supaya orang melihat perbuatan baik itu dan memuliakan Allah (1 Petrus 2:12).
b. Komunitas para pelayan Tuhan, jangan berbantah dalam melakukan tugas pelayanan, supaya tidak menjadi cela tetapi menjadi terang (Filipi 2:15).
c. Komunitas para pelayan meneladani Yesus dalam hal rela berkorban untuk orang lain (1 Yoh 3:16-18).
d. Tetapi semua perbuatan baik itu tidak boleh melupakan hal yang terpenting untuk memberitakan hal Kerajaan Sorga yang telah kita terima dengan cuma-cuma (Mat 10:7,8).

III. KOMUNITAS PARA PELAYAN: MENGHIDUPKAN KASIH KARUNIA DI DALAM GEREJA.
a. Ayub menghidupkan kehidupan yang saleh jujur dan takut akan Allah, menjadi kesaksian tentang rahmat Allah bagi dunia (Ayub 1:8).
b. Jemaat sebagai komunitas pelayan bertanggung jawab untuk menghidupkan dan memberitakan hikmat Allah itu, tidak hanya pada dunia tetapi di saksikan penghuni Sorga (Efesus 3:10).
c. Jemaat sebagai komunitas para pelayan Tuhan, harus hidup dengan tertip, tidak kacau, karena Allah suka ketertiban (1 Korintus 14:33).
d. Komunitas para pelayan yaitu gereja Kristus adalah kasih karunia Kristus, dan semua anggota di dalamnya akan hidup saling mengasihi (Yoh 13:34,35).

IV. KOMUNITAS PARA PELAYAN: HIDUP SALING MENYEMANGATI Untuk PEKERJAAN BAIK:
a. Dengan cara saling menguatkan, saling menasehati dan memberikan dorongan untuk tetap setia bersekutu dan beribadah (Ibrani 10:23-25).
b. Dengan cara menyadari bahwa sebagai anggota tubuh kristus setiap orang memiliki karunia yang berbeda, dan sama penting di hadapan Allah (Roma 12:3-6).
c. Dengan cara tidak jemu-jemu berbuat baik pada semua orang terutama  kepada yang seiman (Galatia 6:9,10).

KESIMPULAN:
a. Pelayanan yang kita lakukan kepada sesama itu sama dengan melayani Yesus. Itulah sebabnya kita dipanggil untuk melayani dengan tulus dan sepenuh hati (Efesus 6:6,7).
b. Komunitas para pelayan ini adalah milik Yesus dan dijaga oleh Yesus sebagai "bait-Nya" yang kudus. Barang siapa berusaha merusak atau mengganggu keharmonisan jemaat umat Allah, berarti melawan Allah. (1 Kor 3:16,17).
c. Nikmatilah keberadaan kita di komunitas para pelayan atau jemaat ini sebagai kasih karunia Yesus, sehingga hidup kita dipenuhi kebagiaan. (Wahyu 22:21).

Selamat Sabat, Tuhan memberkati.-
- Krist.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5

Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...