Ringkasan SS - Pel.1 - Triwulan IV
MEMAHAMI SEJARAH: ZERUBABEL & EZRA
PENDAHULUAN:
a. Kasih Allah tidak pernah berubah. Walaupun Dia mengijinkan umat-Nya yang telah memberontak kepada-Nya, hidup di pembuangan selama 70 tahun (606/5 - 537 SM). Allah yang sama yang akan membawa umat-Nya pulang kembali dan memulihkan (Yeremia 29:10).
b. Kesadaran akan siapa Allah itu, membuat bangsa buangan itu menyambut dengan baik dan positif tindakan kasih Allah dan menurut perintah-Nya untuk pulang ke Yerusalem tepat pada waktu Tuhan (Ezra 1:5).
I. KEPULANGAN PERTAMA DARI PENGASINGAN.
a. Allah adalah Allah yang teratur. Dia berkarya tepat 70 tahun sesusuai nubuatan yang Dia berikan pada nabi Yesaya (Daniel 9:1,2), untuk membawa pulang umat-Nya.
b. Pembangunan kembali Yerusalem selain merupakan penggenapan nubuatan 70 tahun, juga menjadi awal nubuatan 70 x 7 masa untuk pembebasan manusia dari tawanan dosa melalui kematian Yesus th 31 M dan berakhir tahun 34 M ketika Stefanus mati.(Daniel 9:24-27).
c. Tuhan sendiri menggerakkan hati Koresh, raja Persia, untuk mengeluarkan perintah pada tahun 537 SM, mengawal pulang ke Yerusalem dan memberi bekal harta benda bagi umat Tuhan, serta mengembalikan perabot Bait Suci (Ezra 1:1-11).
d. Melalui Zerubabel dan Yesua, Allah membawa kembali rombongan pertama orang Yehuda dari Babel ke Yerusalem untuk memulai kembali membangun Bait Suci (Ezra 3:2,8).
II. IKHTISAR PARA RAJA DAN PERISTIWA:
a.Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ketika umat-Nya tidak dapat berbuat apa-apa, Selama tahun 559-425/4 SM Allah menggunakan raja-raja asing: Koresh II, Kambises II, Darius I, Ahasyeros dan Artahsasta I, untuk membangun kembali Bait Allah dan Tembok Yerusalem (Ezra pasal 2 s/d pasal 6).
b. Tantangan yang terbesar dalam pembangunan Bait Suci tidak datang dari luar, tetapi justru datang dari dalam. Selama pemerintahan Koresh s/d Darius, mereka berusaha menggagalkan pembangunan itu, bahkan terpaksa dihentikan (Ezra 4:1-7, 24).
c. Tetapi rancangan Tuhan tidak mungkin gagal. Sebanyak apapun halangan, entah dari dalam maupun dar luar, apa yang dirancang Tuhan pasti akan terlaksana (Yes 55:8,9). Tahun 515 SM, di zaman Darius, Bait Suci selesai dan diresmikan kembali (Ezra 6:15).
III. KEPULANGAN KEDUA DARI PENGASINGAN:
a. Tahun 457 Allah menggunakan Artahsasta untuk mengirim Ezra memimpin rombongan ke dua menuju Yerusalem, yang terdiri dari orang Israel, para imam, orang Lewi dan pelayan Bait Suci, dan keluarga kerajaan (Ezra 7:1-10 & 8:1-14).
b. Mengapa Ezra yang memimpin para pelayan Bait Suci dan keluarga kerajaan? Karena Ezra adalah ahli kitab dan mahir tentang Taurat, termasuk seluk-beluk pelayanan Bait Suci. Dan oleh pimpinan Tuhan, menjadikan Ezra dipercaya oleh raja (Ezra 7:6).
c. Mengapa Allah memilih Ezra? Karena Ezra telah bertekad meneliti Taurat Tuhan, melakukannya serta mengajarkannya kepada bangsa Israel (Ezra 7:10).
IV. DEKRET ARTAHSASTA:
a. Mengapa dekret Artahsasta 457 SM begiru penting? Karena berisi perintah memulihkan kembali atau "menyemarakkan kembali" Bait Suci sebagaimana mestinya (Ezra 7:27).
b. Itulah sebabnya dalam rombongan itu ada para Imam dan orang Lewi (Ezra 7:13), ada tujuh penasehat yang berpegang pada hukum Allah (Ezra 7:14), dan ada segala persembahan yang harus dipersembahkan di rumah Allah (Ezra 7:15-17).
c. Semuanya berhubungan dengan kebangunan rohani, berfungsinya kembali Bait Suci. Sehingga perintah Artahsasta tahun 457 menjadi tonggak mulainya perhitungan nubuatan terpanjang dalam Alkitab (Daniel 8:14 - tentang 2300 tahun, yang di mulai sejak perintah Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali yaitu 457 SM - 1844 M - Daniel 9:25).
KESIMPULAN
a. Penyerahan sepenuh hati Ezra kepada Tuhan dan tekadnya untuk belajar, melakukan dan mengajarkan firman Tuhan, mempersiapkan dia untuk pelayanan yang besar bagi bangsanya (Ezra 7:6,10).
b. Demi umat-Nya, Allah menggerakkan raja-raja asing untuk membangun rumah-Nya dan kota Yerusalem, agar umat-Nya bisa hidup berbahagia dan penuh berkat (Ezra 1:2).
c. Kita diingatkan untuk menyadari siapa Allah, dan apa yang telah Dia lakukan dengan penuh kasih campur tangan demi kebaikan umat-Nya (Roma 8:28).
Selamat Sabat, Selamat beribadah. Tuhan memberkati. -- Krist
Pendalaman Alkitab secara pribadi adalah sangat penting di zaman ini untuk mempersiapkan diri kita menghadapi masa krisis di akhir zaman yang dipenuhi dengan banyak ajaran palsu dan menyesatkan. Dengan demikian kita bisa tetap setia pada Yesus dan kebenaran-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Renungan Dari Kitab Wahyu 14:5
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 22:14 -- Berbahagialah mereka yang MEMBASUH JUBAHNYA . Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-...
-
Wahtu 14:5 -- Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat DUSTA; mereka tidak bercela. Dusta adalah dosa yang paling mudah dilakukan dan ...
-
Wahyu 10:9 -- Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar